Ringkasan Sejarah Islam dalam Kronologis, Peristiwa dan Nama-Nama

Kamus-Pintar-Agama-Islam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Islam terbentang sejak manusia pertama diturunkan ke dunia, yaitu sejak zaman Nabi Adama as. Sejatinya Islam adalah agama Allah dan al-Quran merupakan kitab suci umat Islam, berisi wahyu Allah SWT, yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Sebagaimana yang diterangkan di dalam Quranulkarim, Allah lah yang menciptakan Adam dan Hawa yang kemudian di turunkan ke bumi. Dari pasangan manusia pertama inilah, kemudian lahir berbagai suku bangsa yang menempati alam dunia ini. Dari keturunan Adam dan Hawa pula silih berganti Allah SWT menunjuk para nabi dan rasul untuk menyampaikan risalahNya. Proses tersebut berlanjut hingga nabi dan rasul terakhir, yaitu Muhammad SAW. Pada masa Muhammad lah ajaran Allah ini disempurnakan, mulai dari hukum hingga tata cara ibadah dan tata cara hidup yang Islami. Pada masa Muhammad pula kata Islam disematkan sebagai nama ajaran Allah yang dikenalkan oleh para nabi sebelumnya.

Mengingat panjangnya perjalanan Islam di muka bumi ini, penulisan sejarahnya pun akan sangat panjang dan memakan waktu. Perlu kajian khusus untuk menelusurinya dan melibatkan bidang keilmuan lainnya selain ilmu sejarah. Karena bagaimanapun Islam melekat pada perjalanan hidup manusia dari zaman ke zaman.

Oleh karena itu, penelusuran sejarah bisa dijejaki dari berbagai aspek, mulai dari aspek arkeologi, kultur, dan sebagainya melalui penelusutan arsitektur, artefak, dan produk-produk peninggalan kebudayaan kuno. Bahkan, mengkaji Islam pada zaman Muhammad pun perlu ruang khusus untuk menguraikannya. Belum lagi sejarah Islam sepeninggal Muhammad Saw., perkembangan Islam di negri-negri non Arab, hingga sejarah dan perkembangan Islam di Nusantara.

Kendati sulit menelusuri sejarah agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia ini, namun Syarif Yahya berusaha merangkumnya dalam buku “Kamus Sejarah Agama Islam”. Kamus ini mengkaji tiga hal penting dalam sejarah, yaitu nama, kronologis, dan peristiwa seputar perjalanan Islam, baik di Dunia maupun di Nusantara. Penulis pun berusaha sedetil mungkin mengurai sejarah Islam, namun dengan cara ringkas dan alfabetis. Memang penulisan mengenai perjalanan sejarah membutuhkan riset mendalam dan ketelitian, karena salah salah bisa memicu perdebatan.

Buku ini bisa dikatakan sebagai intisari dari perjalanan sejarah Islam, menjadi gerbang awal untuk mengkaji sejarah Islam lebih mendalam lagi, dimulai dari mengkaji nama-nama tokoh yang berkaitan dengan sejarah Islam, kronologi sejarah itu sendiri, hingga peristiwa sejarah yang mengiringi perjalanan Islam sejak pertama kali diturunkan ke dunia.

Memang untuk menampung dan mengkaji keseluruhan sejarah Islam, apalagi pada judul buku tidak dicantumkan sejarah Islam yang merujuk pada masa atau daerah tertentu, misalnya sejarah Islam di Eropa atau di Indonesia, namun sejarah Islam pada umumnya sehingga merujuk pada pengkajian seluruh aspek yang berkenaan dengan perjalanan sejarah Islam. Dengan begitu, alangkah baiknya jika bisa mengkaji secara keseluruhan dan tuntas. Akan tetapi, tentunya hal tersebut akan memakan waktu banyak dan riset mendalam, serta halaman yang tebal mungkin berseri.

Idealnya buku kamus itu memang harus menampung apapun yang dibutuhkan, sehingga sering kali kamus mengalami revisi pembaharuan untuk tetap up to date. Apalagi jika kamus tersebut memuat tentang sejarah. Kendati demikian, penulis ingin mengenalkan sejarah Islam tanpa perlu lelah-lelah mengkaji kitab-kitab kuno, atau menyelami berlembar-lembar halaman kajian sejarah yang tebal. Penulis berusaha mempermudah pembaca untuk menelusuri sejarah Islam melalui buku kamus ini dengan bahasa yang ringan, dan juga ringkas. Bahkan untuk menjaga keutuhan kronologi sejarah, penulis melengkapinya dengan ruang khusus ringkasan kronologi mengenai perjalanan Islam, mulai dari abad ke-3 hingga wafatnya Abdurrahman Wahid. Sehingga, buku kamus ini lebih terasa mengindonesia dalam konteks Islam, namun bisa dibaca oleh siapapun (masyarakat Indonesia) yang ingin mempelajari Islam.

Sejarah & Budaya Indonesia dalam Genggaman

 

Kamus-Sejarah-Budaya-Indonesia2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Judul Buku      : Kamus Sejarah & Budaya Indonesia

Penulis             : Putri Fitria

Penyunting isi : Agung Dwi Hartanto

Penerbit           : Nuansa Cendekia

Cetakan           : I (kesatu), 2014

Jumlah hlm.     : 228 hlm.

Ukuran buku   : 15,5 x 23,5 cm

 

Sejarah dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling menyokong satu sama lain. Seiring bergulirnya zaman kebudayaan pun muncul, bahkan sejak manusia  belum mengenal aksara sekalipun. Melalui budaya manusia menuliskan sejarahnya, dan budaya lahir dalam perguliran waktu yang membentuk sejarah. Hingga akhirnya keduanya tak terpisahkan.

Sejarah dan budaya Indonesia terbentang luas mulai dari masa purba hingga saat ini. Untuk menelusurinya membutuhkan berbagai kajian ilmu dan tentu saja akan sangat memakan waktu. Jika dituliskan secara mendetail akan membutuhkan ribuan lembar kertas untuk menampungnya. Karena sejarah & budaya bukanlah hal yang eksak, ada kedinamisan di dalamnya, berkembang seiring bergulirnya masa, bahkan hingga saat ini pun kita tengah membentuk budaya seraya menoreh sejarah. Apa yang kita katakan saat ini dan kita perbuat akan menjadi sejarah di kemudian hari, begitupun dengan kebiasaan massa yang dilakukan akan menjadi budaya.

Menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia, sejarah berarti asal-usul atau silsilah yang merujuk pada kejadian yang terjadi di masa lampau. Sedangkan, budaya adalah pikiran atau akal budi, merujuk pada adat istiadat, atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah. Selama manusia menggunakan pikirannya, memiliki akal dan budi, ia pasti akan menorehkan sejarah dan membentuk budaya. Ada 300 suku bangsa yang mendiami negeri seribu pulau ini, pastinya banyak ragam budaya yang tercipta sepanjang sejarahnya.

Berbicara tentang sejarah dan budaya Indonesia, berarti berbicara mengenai keanekaragaman suku bangsa yang dimilikinya. Dimulai dari zaman purba, di mana manusia-manusia Nusantara berpencar di seluruh kepulauan Nusantara, meninggalkan jejak sejarah dan budaya dalam bentuk artefak. Kemudian masuk masa Hindu-Budha, di mana manusia Indonesia telah mengenal baca-tulis, meninggalkan jejak sejarah dan budaya dalam bentuk tulisan pada gulungan kitab-kitab kuno dan pahatan batu, bahkan jejak itu begitu nyata dan besar dalam bentuk candi, seperti Candi Borobudur yang merupakan candi Budha dan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu.

Lalu datanglah Islam yang menggeser kekuasaan kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia. Bukan saja pada kekuasaan, namun juga pengaruhnya meliputi kepercayaan dan kebudayaan. Muncullah berbagai kebudayaan bercorak Islam yang juga berbaur dengan kebudayaan setempat, hingga kebudayaan Budha dan Hindu. Misalnya, wayang yang awalnya berasal dari kisah Ramayana diubah menjadi bernafaskan Islam, bahkan menjadi medium dakwah oleh Walisongo di Jawa.

Masa kerajaan Islam perlahan meredup seiring dengan kedatangan kaum kolonial, seperti Portugis, Belanda, Inggris, hingga Jepang. Sejak kedatangan mereka di tanah air akulturasi pun terjadi antara budaya lokal Nusantara dengan kebudayaan Barat. Kesenian Tanjidor, misalnya,  adalah salah satu hasil dari proses akulturasi tersebut. Kesenian khas Betawi ini awalnya berasal dari kesenian Portugis. Banyak bentuk bangunan di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya yang mengusung gaya arsitek art deco yang populer tahun 1920 dan 1930an di Eropa. Gaya arsitektur tersebut terlihat jelas pada pada bangunan-bangunan lama peninggalan Belanda.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa menyusuri sejarah serta menggali akar budaya merupakan pekerjaan yang sulit, tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit pula. Hal inilah yang disadari oleh Putri Fitria, penulis atau penyusun buku “Kamus Sejarah & Budaya Indonesia”. Dalam bukunya tersebut, penulis berusaha merangkum sejarah dan budaya Indonesia dalam sebuah kamus. Dengan begitu, sejarah dan budaya Indonesia dapat diketahui dan ditelusuri dengan mudah secara alfabetis dari A sampai Z. Bahkan bukan hanya sejarah, hal-hal yang berhubungan dengan sejarah pun tak luput dibahas dalam buku ini, seperi pembahasan para tokoh hingga berbagai peristilahan. Misalnya, istilah “Reformasi” yang awalnya tidak dikenal orang sebelum tahun 1997-1998. Di dalam buku ini penulis menjelaskan bahwa “reformasi” itu adalah gerakan reformasi yang yang diujungtombaki oleh mahasiswa dan dimulai pada akhir 1997. Mereka menuntut reformasi struktur politik dan ekonomi di Indonesia. Puncak gerakannya adalah Soeharto jatuh pada 1998. Sejak peristiwa tersebut hampir seluruh kalangan masyarakat Indonesia tidak asing dengan kata “reformasi” meskipun tidak semua orang tahu maknanya.

Sayangnya buku ini tidak mencakup informasi secara lengkap dan kurang mendalam tentang sejarah dan budaya Indonesia itu sendiri, mengingat judul utamanya adalah kamus. Akan tetapi, kendati disusun dan ditampilkan secara sederhana, namun buku ini sangat layak jadi bahan rujukan oleh siapapun, khususnya kaum akademisi sebagai penunjang proses belajar mengajar. Isinya lebih dari cukup sebagai pijakan pertama untuk kajian yang lebih mendalam. Selain itu, buku ini bisa menjadi gerbang awal bagi siapapun yang ingin memulai menggali sejarah dan budaya Nusantara yang kaya ini.

 

Rohmat Kurnia

Mengenal Istilah-istilah dalam Islam

 

Kamus-Pintar-Agama-Islam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal Istilah-istilah dalam Islam

Oleh: M Kamil Akhyari

 

Pepatah tak kenal maka tak sayang, tampaknya tidak hanya berlaku kepada orang yang sedang penjajakan untuk menjalin hubungan asrama. Pepatah tersebut juga berlaku bagi setiap orang yang ingin lebih dalam mengenali seluk beluk Islam yang amat luas.

Orang yang akan mengamati atau mendalami agama Islam, mengetahui arti istilah-istilah yang sering dipakai literatur dan umat Islam adalah sebuah keharusan. Ini bekal awal yang tidak boleh diabaikan, sehingga dalam proses memantau atau mengeksplorasi tak lagi kebingunan memahami istilah-istilah tertentu.

Islam sendiri meliputi banyak hal, mulai dimensi tauhid, syariat, akhlah, politik, sastra, dan peradaban. Dalam menjelaskan hal itu, sering digunakan istilah-istilah khas, yang tidak ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia. Sehingga terasa siang di luar orang yang ahli agama.

Sebagian dari istilah-istilah itu mungkin pembaca sudah familiar dan paham, serta dapat diterjemahkan kata perkata. Misalnya, shalat dapat diterjemahkan dengan sembahyang, dls. Tapi banyak istilah yang baru dapat dimengerti setelah diberi penjelasan panjang-lebar.

Kamus Pintar Agama Islam sangat membantu orang yang masih kesulitan memahami arti istilah-istilah dalam Islam. Buku itu menghimpun istilah dalam bidang tauhid, syariat, akhlah, politik, sastra, dan adab, berdasarkan urutan abjad. Penting dibaca setiap muslim yang banyak belum tahu perbendaharaan kata agama yang dipeluknya.

Penjelasan kata per kata dalam buku terbitan Nuansa Cendekia setebal 296 halaman itu lebih detail dari kamus. Bahkan diselipkan pengetahuan sejarah, status hukum, dan filosofi dari sebuah syariat (hlm. 79-80).

 

*) Pecinta Buku. Pengasuh Taman Baca BAET EL-KAMIL, Sumenep.

 

 

 

 

 

Mengenal Ihya Ulumuddin

Penulis: Imam Al-Ghazali
Penerjemah: Purwanto, B.Sc.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Kertas: Premium Book paper 52 gram
Cover: Soft cover
Tahun: Cetakan II [Revisi], Juni 2014/Sya’ban 1435
Penerbit: Marja
ISBN: 978-602-7768-56-7

Harga: Rp 490.000IHYA-ULUMUDIN-12-Jilid

 

Kitab fenomenal berusia ratusan tahun ini lahir dari situasi zaman yang bergejolak. Sang penulisnya mengerti kebutuhan masyarakat dan memenuhi dahaga spiritual. Mengabadi sepanjang sejarah, terbit berulang-ulang dalam berbagai bahasa, dan kini hadir melalui Penerbit Marja’ Bandung dengan kualitas yang bagus.

Ihya’ Ulumuddinbermakna ‘menghidupkan ilmu-ilmu agama’. Menurut Al-Ghazali, penulisnya, kitab itu ditulis atas sebuah dorongan kepedulian atas keadaan sosial masa itu, di mana ilmu agama ‘hampir mati’. Peperangan dan konflik politik bukan hanya menyita energi umat Islam, melainkan juga menimbulkan kerusakan pemahaman-pemahaman agama menjadi sebatas paham politik yang pragmatis.

Apa yang dikatakan Al-Ghazali memang bukan isapan jempol. Kehidupan umat Islam di era awal abad ke-10 M, atau sekitar 500 H, kebanyakan pemuda dan pembesar negeri lebih tertarik untuk mencurahkan waktu pada perang. Maka ilmu agama pun ternomorduakan. Al-Ghazali hidup pada masa Perang Salib (1096-1291), masa hati para pemuda mudah dikobarkan dengan kegeraman dan kemarahan. Akibatnya, kemerosotan keilmuan Islam kala itu dilukiskan oleh Al-Ghazali sebagai sebatas fatwa yang tegas, sajak yang menggetarkan hati, atau nasihat yang menyentuh. Menurut Al-Ghazali, ilmu hanya dipelajari lahiriahnya, tanpa didalami makna batinnya.

Kepekaannya terhadap situasi tersebut, Al-Ghazali melihat semangat perang bukanlah sesuatu yang mutlak positif, karena di sisi lain terjadi kemunduran dalam semangat mencari ilmu agama. Karena alasan inilah ia lebih memilih untuk mengkaji kesabaran, kekhusyukan, keikhlasan, dan tawakal di tengah umat yang sedang terbakar amarah, emosi, dan ambisi. Namun, pilihan jalan hidup Al-Ghazali itu tidak serta-merta didukung oleh semua kalangan.

Justru apa yang dilakukannya menuai kritikan dan kecaman dari ulama lain, baik yang semasa maupun generasi setelahnya. Ia dikecam karena dianggap tidak memiliki ruh jihad dan tidak peduli pada Perang Salib. Hampir dipastikan, seluruh karya tulisnya, termasuk Ihya Ulumuddin yang diterbitkan Penerbit Marja’ ini, tidak menyinggung Perang Salib. Meski demikian, mereka yang mengkritik itu tetap mengakui Al-Ghazali sebagai sufi yang berilmu tinggi.

 

Kehidupan Intelektual

Al-Ghazali lahir dengan nama Muhammad. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, nama kuniyah-nya Abu Hamid, dan nama laqab-nya Zainudin. Masyhur dipanggil Al-Ghazali saja. Kalangan Sunni meyakininya sebagai mujadidabad ke-5 Hijriah yang berjuluk Hujjatul Islam (hujah agama Islam)Lahir di Thus, provinsi Khurasan pada 450 H/1056 M. Ayahnya seorang pemintal benang—yangdalam bahasa Arab disebut ghazal.Dari situlah Muhammad dijuluki Al-Ghazali(anak pemintal benang).

Menjelang ajal, sang ayah menitipkan dia dan saudaranya, Ahmad Al-Ghazali, kepada seorang guru sufi, berikut harta warisan yang tidak seberapa untuk bekal mereka. Sang sufi pun mendidik kedua anak itu dengan penuh amanah hingga harta warisan itu habis. Ketika guru sufi itu merasa tidak mampu lagi menghidupi mereka, dia pun memindahkan mereka ke sebuah madrasah yang memberikan beasiswa kepada murid-muridnya. Maka berangkatlah keduanya untuk belajar di madrasah itu. Sesuai takdir, madrasah tempat mereka belajar berhasil membentuk Muhammad Al-Ghazali menjadi pribadi yang pandai dan agung.

Gurunya yang paling berpengaruh di madrasah itu adalah Ahmad bin Muhammad ar-Radzakani. Kemudian Al-Ghazali berhijrah ke Jurjan untuk menimba ilmu pada Abu Nashir al-Isma’ili. Ilmu yang diperoleh darinya dituliskan Al-Ghazali dalam lembaran-lembaran, yang meliputi berbagai disiplin ilmu. Suatu hari, ketika dia kembali ke Thus, perampok mencegatnya dan merampas seluruh bawaannya. Al-Ghazali merelakan seluruh hartanya diambil, tetapi dengan memelas dia meminta agar kumpulan lembaran miliknya dikembalikan. Itulah bukti cintanya pada ilmu.

Dia tinggal di kampung halamannya selama tiga tahun. Di sana dia menghimpun, mengkaji, dan mendalami ilmu-ilmuyang telah diperolehnya di Jurjan. Selanjutnya dia berangkat ke Naisabur, mengabdi pada Imam Haramain (419-478 H). Di situlah dia mencapai kesempurnaan ilmu dalam mazhab Syafi‘i, dan di masa itu pula dia mulai mengkaji filsafat. Maka, tampillah dia sebagai alim dan filsuf yang pandai berargumentasi.

Puncak karirnya sebagai seorang cendekiawan adalah ketika ia hadir di majelis ilmiah wazir Kesultanan Seljuk, Hasan bin Ali bin Ishaq ath-Thusi, yang berjuluk Nizamul-Mulk. Al-Ghazali tampil sebagai pemenang dalam setiap debat karena ia mampu memadukan kekuatan hafalan dalil naqli dengan kemampuan logika. Masyhurlah nama Al-Ghazali di seantero negeri sebagai alim yang pandai bertutur ilmiah.

Kepiawaiannya itu membuat Nizamul-Mulk mengangkatnya sebagai guru di madrasah Nizamiyah di Baghdad (484 H), dan saat itu dia masih berusia 34 tahun. Sejak itulah Al-Ghazali memulai babak baru kehidupannya sebagai orang yang berkehidupan layak. Kini, ia memiliki banyak kesempatan untuk menulis dalam berbagai disiplin ilmu. Namun, berlimpah kekayaan justru membuat hatinya gundah, dan merasa terbebani. Bersamaan dengan itu, ia menelaah banyak kitab tasawuf, seperti Qût al-Qulûbkarya Abu Thalib al-Makki, kitab-kitab karya Harits al-Muhasibi, petuah-petuah dari Al-Junaid, Asy-Syibli, dan Al-Busthami.

Hal ini benar-benar mempengaruhi nalar Al-Ghazali. Ia pun meninggalkan Baghdad dengan hanya berbekal timba, menuju Makkah melalui Syam. Di Syam, ia singgah selama dua tahun hanya untuk berkhalwat, beriyadah, dan berzikir di menara Masjid Damaskus. Kemudian ia menuju Baitul Maqdis untuk berkhalwat di dalam Kubah Shakhrah. Selanjutnya dia menunaikan haji dan berziarah ke makam Rasulullah. Lalu ia kembali ke Thus, dan terus mengasingkan untuk bertafakur.

 

Memahami Ihya Ulumuddin

Ihya’ Ulumudin menjadi penting disetiap kepustakaan para fukaha dan sufi, karena kitab ini yang pertama memadukan antara fikih lahiriah dan fikih batiniah, dan tertulis oleh dasar lelaku, bukan sekadar ide. Kitab ini pun menjadi santapan wajib bagi seorang fakih yang sekaligus sufi.

Oleh pengarangnya, kitab ini dibagi menjadi empat bab:

Kitab al-‘Ibadât, mengupas seputar ilmu dan fikih serta rahasia ibadah. Terdiri dari delapan kitab bagian: kitab ilmu; kitab kaidah akidah; kitab rahasia shalat; kitab rahasia zakat; kitab rahasia puasa; kitab rahasia haji; kitab adab membaca Al-Quran; kitab zikir dan doa.

Kitab al-‘Adât, mengupas hukum muamalah dan hukum-hukum perdata. Bab ini mencakup sepuluh kitab: kitab adab makan; kitab adab nikah; kitab adab kerja; kitab halal-haram; kitab persaudaraan dan kasih sayang; kitab adab uzlah; kitab adab safar; kitab adab mendengar dan hukum musik; kitabamar ma‘ruf nahi munkar; kitab akhlak Nabi Saw.

Kitab al-Muhlikât, mengupas akhlak-akhlak tercela berikut penyebab dan akibatnya. Bab ketiga ini berisi sepuluh kitab: kitab keajaiban hati; kitab riyadah hati; kitab mengendalikan syahwat; kitab bahaya lisan; kitab tercelanya marah, dendam, dan hasud; kitab tercelanya dunia; kitab tercelanya kikir dan cinta harta; kitab tercelanya pangkat dan pamer; kitab tercelanya sombong dan kagum pada diri sendiri; kitab tercelanya orang-orang yang tertipu (duniawi).

Kitab al-Munjiyât, mengurai akhlak-akhlak terpuji yang menyelamatkan. Juga terdiri dari sepuluh kitab bagian: kitab tobat; kitab sabar dan syukur; kitab takut (kepada Allah) dan pengharapan; kitab fakir dan zuhud; kitab tauhid dan tawakal; kitab cinta, rindu, bahagia dan rida (kepada Allah); kitab niat, ikhlas, dan jujur; kitab muhasabah; kitab tafakur; kitab ingat mati dan perihal kematian.

 

Antara Pengagum dan Penentang

Al-Ghazali adalah ilmuwan dan sekaligus penulis ulung. Karyanya Ihya’ Ulumudin begitu memikat para peminat ilmu, karena beberapa hal.Pertama, diurai dengan metode pikir yang tajam. Setiap uraiannya, baik naqli maupun aqli, selalu dituturkan dengan detail dan mudah dipahami. Ia juga selalu menyertakan alasan logis sebagaimana para filsuf. Kedua, ia menguraikanpembahasannya dengan membaginya ke dalam bagian-bagian yang sistematis. Hal ini sangat memudahkan bagi orang yang menghafalnya. Ketiga, kitab ini yang pertama memadukan fikih lahiriah dan fikih batiniah.Keempat,menjelaskan hal-hal yang agak sulit dengan member tamtsil (perumpamaan), terutama dalam membahas ilmu batin (asrâr). Kelima, layaknya dokter, Al-Ghazali menuliskan detail penyakit hati berikut solusi pengobatannya. Keenam, menyertakan banyak kisah penuh hikmah sebagai oase yang menyegarkan.

Tentu, tak ada gading yang tak retak, atau seperti kata pepatah, “Ketika sesuatu telah sempurna maka akan tampakkekurangan.” Dengan Ihya’-nya, Al-Ghazalidipuji sebagai alim yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Namun, karena satu ilmu yang belum sempurna dikuasainya, sebagian kalangan meragukan kebenaran buah pikirnya. Ilmu itu adalah ilmu hadis dan riwayat. Konon, Al-Ghazali baru mendalaminya di akhir hayatnya, namun ajal tergesa menjemputnya sebelum ilmu itu sempurna dikuasainya. Di situlah kelemahan Ihya’, sehingga banyak hadis dha’if dan yang tak dikenal perawinya ditemukan di dalamnya. Inilah sebabnya sebagian pihak mengkritik dan mencla adi karyanya itu.

Jika para pengagum menyebut kitab Ihya’ sebagai ‘hampir seperti Al-Quran’ (kâda Ihyâ’ yakûnu qur’anan), maka para pengkritik menyebutnya ‘hanya menghidupkan agama Al-Ghazali, bukan agama kaum Muslim’. Jika para pengagummerasa mendapat pahala dalam menyebarkan dan mengajarkan Ihya’, maka para penentangmerasa benar dalam membakarnya. Satu pihak menyebutnya mujaddid(pembaharu), sedangkan pihak lain menyebutnya mubtadi‘ (penyebar bid’ah).

Di antara ulama pengagumi Al-Ghazali adalah gurunya sendiri, Imam Haramain. Ia berkata, “Al-Ghazali adalah lautan yang luas.” Demikian pula muridnya, Muhammad bin Yahya, berkata, “Al-Ghazali adalah Syafi‘i kedua.” Dan ada Ibnu Najar yang berkata, “Al-Ghazali adalah imam mutlak para fukaha secara mutlak dan pengajar umat Islam secara mufakat, mujtahid dan sumber limu pada masanya.”

Sementara itu, di barisan penentang terdapat nama-nama berikut. Muhammad ath-Thurtusyi (w 520 H), ulama mazhab Maliki dari Spanyol, berkata, “Al-Ghazali tidak paham tasawufnya.” Abu Abdillah al-Mazari (w 536 H), ulama mazhab Maliki, mengkritik kelemahan Ghazali dalam ilmu hadis. Ia juga berkata, “Al-Ghazali pandai berfilsafat sebelum menguasai ushuluddin.”

Ibnu al-Jauzi (w 597 H)menyindir Al-Ghazali dalam kitabnya Talbis al-Iblis (tipuan iblis)Konon, ia menulis risalah I‘lam alIhya’ bi Aghlazhil Ihya’ (pengetahuan orang-orang hidup atas kesalahan kitab Ihya’). Bahkan ia menyebut Al-Ghazali, dalam kaitannya dengan ilmu hadis, sebagai hathibul-lail(pencari kayu bakar di malam hari), yang mengambil setiap kayu yang ia temukan tanpa memilah.

Ibnu Taimiyah (w 728 H) menganggap karya-karya Al-Ghazali sebagai ilmu filsafat semata yang dibumbui akidah Qaramitah, seperti tertulis dalam Ar-Risalah as-Sab‘iniyah yang terkandung dalamFatawi Kubra.

Demikianlah sunatullah. Tidak ada manusia sempurna, selain Muhammad Saw. Namun, harus diakui bahwa pemikiran Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumudin telah melahirkan banyak sufi, orang saleh, dan salik. Ihya’ adalah kitab yang paling menginspirasi kaum Muslim setelah Al-Quran dan Sunnah, yang jarang ada karya yang menyamainya.

Di tengah masyarakat Muslim Indonesia, banyak orang yang menganggap isi kitab Ihya Ulumuddin menjauhkan orang dari cara berpikir logis-modern. Namun, kalau dibaca dengan saksama, tidak ditemukan sikap ekstrem Al-Ghazali dalam menentang rasio-modern. Barangkali, kecurigaan tersebut muncul karena pengaruh argumentasi Ibn Rusyd dalam menyanggah kritik Al-Ghazali terhadap logika-logika Barat yang digunakan pada filsuf.

Karena itu, perlu diketahui bahwa kandungan Ihya Ulumuddin bukanlah wacana pemikiran filsafat atau politik, melainkan panduan untuk mencapai derajat spriritual. Dengan kata lain, kitab ini merupakan pedoman dalam meningkatkan spiritualitas, bukan metode berpikir filsafat atau pemikiran sainstifik. Itulah sebabnya Ihya Ulumuddin lebih cocok didudukkan sebagai kitab pembangunan spiritual yang akan membekali pembaca kecakapan menata diri dalam menghadapi kehidupan. Ihya Ulumuddin tidak mengajak kita menentang zaman, melainkan membekali kita untuk mengenal hakikat dunia dan berbenah diri agar mampu menghadapi problem-problem hidup di era modern ini. Kitab ini tetap relevan karena tidak memuat anjuran-anjuran ekstrem untuk menolak paham atau ideologi tertentu. Hal ini selaras dengan kebutuhan umat Islam yang ingin meraih kualitas hidup sebagai makhluk yang humanis dan berdaya-guna di tengah masyarakat.[]

Syarif Yahya

(Penulis buku-buku Agama. Pengajar di Pondok Pesantren Ridlo Allah, Temanggung, Jawa Tengah)

Daftar pustaka:

Tajudin as-Subuki, Thabaqat al-Kubra. Darul Fikr, Beirut 1996.

Dr. Yusuf Qardhawi, Al-Ghazali baina Madîhihi wa Naqîdihi. Mausu’ah Risalah, Beirut 1994.

Dr. M. Said Ramadhan al-Bouti, Al-Imam al-Ghazali Dzu Fikr Minhajiyin. Majalah At-Turats al-Arabi, 1986.

Memahami Akar Objektivitas Ajaran Islam

Muhammad YusufApresiator Buku Islam. Tinggal di Yogyakarta.

 

ALBERT Einstein, seorang ilmuwan beragama Yahudi pernah mengatakan “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”.

Apa yang dikatakan Einstein agaknya merupakan fakta yang mudah ditemukan di Indonesia. Banyak orang berilmu tanpa mengindahkan agama. Banyak pula orang taat beragama di sekitar kita tapi miskin ilmu pengetahuan.

Jika fakta itu membuat kita prihatin, tentu akan lebih memprihatinkan lagi bahwa ternyata banyak umat Islam yang semangat beragamanya tinggi tetapi miskin ilmu agama.

Dalam konteks ini, pengetahuan dasar seperti yang termaktub dalam “Kamus Pintar Agama Islam” ini patut ditengok secara sungguh-sungguh. Tentu saja alasannya bukan karena semata pentingnya meninjau pengetahuan Islam sebagai agama publik, melainkan lebih didasarkan pada isi dari buku ini.

Berisi ratusan entri tentang sejarah, ekonomi, politik, syariat, tauhid, fikih, sastra, hingga peradaban Islam, membuat kreativitas buku ini patut diacungi jempol. Ditulis oleh Syarif Yahya, seorang kiai muda, alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang Rembang yang kini menjadi pengajar di Pesantrennya, Ridlo Allah, Temanggung Jawa Tengah.

Prof Dr Afif Muhammad MA, dalam pengantar buku ini mengapresiasi dengan catatan bahwa menjelaskan berbagai istilah, seringkali terbatasi oleh bahasa yang digunakan.

Ia mengambil ilustrasi, di dalam al-Quran terdapat, misalnya, istilah Rabb yang diterjemahkan dengan “Tuhan”, sehingga Rabb al-‘alamin diartikan dengan “Tuhan semesta alam”, dan ada pula istilah Ilah yang juga diartikan dengan “Tuhan”, misalnya dalam Lā ilāha illallāh, yang diartikan dengan “Tiada Tuhan selain Allah”.

Padahal, para ahli tafsir mengatakan bahwa al-Quran tidak pernah menggunakan dua kata yang berbeda, jika artinya sama. Hal seperti inilah yang membuat kita sangat membutuhkan penjelasan singkat dan tepat tentang berbagai istilah yang ada dalam Islam.

Dari kebutuhan tersebut itulah Afif Muhammad melihat pentingnya penjelasan isi yang terdapat di dalam buku ini, sebagai informasi awal, jelas sangat membantu, khususnya kaum remaja, yang ingin memperoleh penjelasan cepat tentang berbagai istilah keislaman.

Penulisan kamus ini bukan semata mengumpulkan sebanyak mungkin entri, tapi justru pada upaya menghadirkan hal-hal yang mendasar dipahami umat Islam maupun non muslim agar lebih jeli mengambil intisari setiap istilah.

Dengan kata lain, kamus ini menjadi bagus justru karena muatan penjelasan disertai paradigma objektif untuk melihat setiap istilah.

Lebih daripada itu, penulisnya juga mampu menghadirkan pemahaman yang berbasis kontekstualisasi. Beragam istilah yang sulit dijelaskan secara bernas dan membumi sehingga hal yang jauh tentang Islam menjadi lebih akrab.

Bahkan kontekstualisasi itu menyertakan penjelasan-penjelasan kontemporer terkait masalah nasional Indonesia. Dengan cara seperti itulah buku ini menjadi lebih menyentuh pembaca di Indonesia. Segmen pembaca buku ini sudah barang tentu paling pas untuk remaja muslim atau kelompok muslim awam.

Alasannya, sekalipun berupa kamus, buku ini juga pantas sebagai bacaan yang bersifat pembelajaran. Setiap istilah dijelaskan lebih panjang dari kebiasaan kamus, dan dengan itu pembaca bisa mendapatkan muatan-muatan pengetahuan yang lebih detail.

Golongan pembaca lain tentu adalah kaum santri dan mahasiswa jurusan agama. Ini akan sangat membantu mahasiswa memahami dasar-dasar istilah Islam yang termaktub secara ilmiah, logis dan objektif. Tak ketinggalan pula, para penulis, atau masyarakat umum, juga sangat penting mengoleksi buku ini.

Di masyarakat umum, terutama keluarga muslim, buku ini layak menjadi pustaka wajib agar pemahaman agama Islam semakin menjadi lebih baik. Dan kelompok non muslim yang ingin memahami Islam tentu sangat bijak memegang kamus ini sebagai pintu gerbang memahami Islam.

Akhirnya, dengan segala kekurangan pemuatan entri, buku ini hadir pada saat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan objektivitas pemahaman Islam yang kian hari kian samar, apalagi di tengah-tengah situasi politik yang serba ngawur mendudukkan Islam sebagai komoditas politik.

Dengan kembali memahami objektivitas ajaran Islam melalui kamus ini, kita pun bisa mendapatkan oase kejernihan ajaran Islam yang bijaksana, dan bukan Islam yang garang.

 

Penulis: Syarif Yahya
Pengantar: Afif Muhammad MA
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 296 halaman
Cetakan: I, Juni 2014
Peresensi: Muhammad Yusuf

 

http://www.santrinews.com/Buku/1372/Memahami-Akar-Objektivitas-Ajaran-IslamKamus-Pintar-Agama-Islam

 

Kisah Perempuan Bernama Arjuna

Oleh: Safik Yahida (T.H. Ihsan)

Dimuat Di Pikiran Rakyat, Kamis, 20 Februari 2014

Perempuan Bernama Arjuna adalah salah satu buku terbaru sastrawan terkemuka Remy Sylado. Dengan terbitnya buku Perempuan Bernama Arjuna, setidaknya menggembirakan bagi para pembaca fiksi, sebab Remy Sylado adalah seorang penulis serius dan konsisten. Lihat saja, pada novel awal yang ia buat, judulnya Garida pada tahun 1974.

Sebagai pengarang termemuka, Remy Sylado mendapat anugrah Achmad Bakrie untuk bidang kesusastraan pada tahun 2013 dari Fredoom Institute. Tidak salah pula, dari tangannya lahir karya-karya fiksi, pokok-pokok bahasa dan filsafat yang dapat dinikmati siapa saja.

Buku Perempuan Bernama Arjuna karya Remy Sylado ini dicetak tahun 2013 oleh penerbit Nuansa Cendekia, selain buku-buku: 123 Ayat-ayat Tentang Seni (2012), Kamus Isme-Isme (2013), Drama Sejarah 1832 (2012) dan Gali Lobang-Gila Lobang (2013). Uniknya, dari beberapa buku yang terbit itu, Remy Sylado agaknya senang memakai nama yang berbeda; Yapi Tambayong.

Untuk mengawali membaca kisahan itu, marilah melihat buku terbaru itu. Kali ini, buku Remy Sylado dituliskan semacam meme “bukan bacaan ringan”. Tidak lupa, dilengkapi ilustrasi seorang perempuan. Di bawah judul buku, dituliskan sebuah genre, “Filsafat dalam Fiksi”.

Arjuna, tokoh utama yang menarasikan kisah menarik tentang kehidupan pribadinya; pembelajar filsafat dan kisah cinta dengan seorang pengajarnya. Nama Arjuna memang bukan seperti biasanya, nama Arjuna bukan seorang lelaki, ia adalah seorang perempuan.

Dapat dilihat, pemerian namanya tergolong “langka” untuk seorang perempuan. Arjuna adalah sebuah nama dari kecelakaan taksiran keluarganya. Ini dapat dilihat, “Muasalnya, ini kekeliruan kakek dari pihak ibu, orang Jawa asli Semarang, yang mengharapkan saya lahir sebagai anak laki-laki dan untuk itu kepalang di usia 7 bulan dalam rahim ibu, dibuat upacara khusus dengan bubur merah-putih bagi Arjuna disertai baca-baca Weda Mantra, pusaka pustaka warisan Sunan Kalijaga dari awal syiar Islam di tanah Jawa. (hal 5).

Tapi, dengan “ketidaksengajaan” pada pemerian nama, Arjuna berbeda dengan perempuan-perempuan yang lain–mungkin sebaya–ia pembelajar filsafat yang tekun. Arjuna menjadi mahasiswa filsafat di sebuah perguruan tinggi di Belanda. Ditemani Amin al-Ma’luf, ia mengisahkan dirinya yang menyenangi filsafat dari klasik hingga modern, dari teologi ke kosmologi.

Setiap harinya, ia tidak luput dari pemikiran-pemikiran filsafat yang selalu mempertanyakan muasal alam, Tuhan dan manusia. Tersebab, ia belajar (kuliah) di jurusan filsafat, mau tidak mau ia harus menyoalkan pemikiran dan mengetahui setiap filsuf dengan corak pemikirannya. Arjuna, harus pula membaca bahan-bahan (buku) untuk membantu kuliahnya itu.

Sampai pula, ia gemar merenung dan berdiskusi. Ketika di kelas, dosen yang bernama Bloembergen sering mengajak diskusi tentang filsafat klasik dengan Arjuna. Selain ditemani diskusi-diskusi wacana tentang filsafat modern bersama Amin al-Ma’luf, teman satu kelasnya di jurusan filsafat. Memang, tidak seperti umumnya perempuan, Arjuna memlih jalan filsafat untuk belajar tentang kehidupan.

Kodrat seorang perempuan tak dapat dinapikan Arjuna. Seorang perempuan segarang apapun “nalar”; Arjuna sangat liar pemikiran filsafat-nya, ia pun khatam persoalan bahasa, terlihat dari renungan atau komentar-komentar selama kuliah, tapi tetaplah Arjuna itu seorang perempuan.

Misalnya, peristiwa menarik dialami Arjuna ketika merasakan “galau”. Arjuna jatuh cinta kepada pengajarnya Profesor van Damme. Rasa jatuh cinta itu meracau pada Arjuna, bagaimanapun Arjuna terpukau, dapat dilihat dari gaya tutur Van Damme. Simak dialognya, “cantik!” kata Van Damme. “Saya suka pertanyaan itu: ‘mengalirkan frustasi’. Ya, ya, cantik.” (hlm 141)

Selama kuliah filsafat, Arjuna mempelajari filsafat dan teologi dari Van Damme. Tidak disangka, dari pengajaran filsafat ke pertanyaan dan berakhir dengan dialog, mereka berdua akhirnya saling suka. Alurnya berjalan sederhana saja, seringnya mereka bertemu di kampus dan membuat mereka melanjutkan pertemuan di rumah kontrakan Arjuna. Akhirnya, saling suka-menyukai pun tak dapat dihindari.

Namun, Arjuna juga sebagai orang timur–keturunan Cina-Jawa–akhirnya tidak melupakan tradisi sebagai seorang perempuan ke-timur-an. Akhirnya, ia menikah dengan Van Damme dan berbulan madu ke Bandung.

Cakrawala filsafat
Kisahan Perempuan Bernama Arjuna tidak seperti buku “fiksi” pada umumnya, buku ini dibubuhi catatan kaki yang hendak memberi jangkauan yang luas bagi para pembaca. Setidaknya, ini dapat dibaca dalam cetakan tebal (hitam) para tokoh yang diujarkan dalam monolog dan dialog Arjuna; dengan Amin al-Ma’luf, Profesor Van Damme, Profesor Bloembergen. Setiap pemikiran diulas baik dari sisi sejarahnya dan apa yang dikatakan para filsuf; ulasan lebih dari 150 filsuf dunia.

Selain senarai dari pemikiran filsafat, dalam catatakan kaki, diulas juga para tokoh kebudayaan kontemporer: sastra, teater, musik termasuk tokoh-tokohnya. Catatan kaki ini sebagai horison yang dikisahkan Arjuna untuk ditindaklanjuti oleh pembaca. Tentunya, ditindaklanjuti sebagai aras pengetahuan.

Membaca buku ini, kisahan yang menarik tentang hidup keseharian dapat diambil juga sebagai perenungan. Memang, tidak berkutat pada filsafat saja, buku ini asyik dibaca karena di dalamnya disertakan potret gaya hidup seksualitas perempuan dan laki-laki dari sudut pandang biologi evolusioner. Terutama, pandangan antara Barat dan Timur: etika.

Data Buku
Judul: Perempuan Bernama Arjuna: Filsafat dalam Fiksi
Penulis: Remy Sylado
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 276 hlm
Harga: 65.000,00
Cetakan I November 2013
ISBN: 978-602-8395-80-9988422_774386479239962_149694929724142814_n

Menelusuri Jejak Dakwah Musdah Mulia

Menelusuri Jejak Dakwah Musdah Mulia
Ditulis oleh Rimanews

Orang atau perkumpulan yang berbeda pendapat dengan Siti Musdah Mulia dalam menginterpretasikan keyakinan cenderung menyematkan stigma jelek; liberal, antek zionis yahudi, kepanjangan tangan Barat, anti syariah dan tuduhan-tuduhan tak baik. Rekam jejak hidupnya yang diabadikan Ira D. Aini, Mujahidah Muslimah, dengan sendirinya menepis sederet anggapan miring tersebut.

Argumentasi Budi Handrianto (2007) menuduh dan memasukkan Siti Musdah Mulia, satu-satunya perempuan, ke dalam 50 tokoh Islam liberal di Indonesia tidak cukup alasan. Kepribadiannya jauh dari yang dituduhkan. Sekalipun sering bergaul dengan non muslim, ia tetap muslimah yang taat terhadap titah Tuhan. Keimanannya tak tergoyahkan.
Sebagai orang yang dibesarkan dalam keluarga yang kental dengan tradisi NU, tradisi-tradisi pesantren tidak pernah dialpakan. Padatnya aktivitas tak menghalangi Musdah melestarikan sunah nabi seperti puasa Senin dan Kamis, dan puasa Daud (selang sehari) [hlm. 172-173]. Bahkan tak pernah melalaikan kewajiban sebagai seorang muslimah sekalipun sedang berada di lingkungan komunitas yang berbeda budaya dan agama.

Ibadah, bagianya, sebuah kebutuhan. Bukan sebatas kewajiban. Syariah agama adalah metode untuk memenuhi kebutuhan seorang hamba yang selalu ingin dekat kepada Tuhan (hlm. 164). Karenanya, Musdah tak canggung untuk beribadah sekalipun harus sekamar dengan perempuan pendeta. Menjalin keintiman dengan Tuhan yang diyakini saat orang pulas terlelap, tanpa harus merampas hak orang lain.

Oleh karenanya, Musdah keberadaan dengan segala bentuk formalisasi syariat. Formalisasi agama tidak lebih dari pemaksaan, sehingga nilai-nilai substansial ritual agama tercerabut. Indikator keislaman yang ditampilkan hanya tertuju kepada hal-hal ritual. Sementara ritual agama tidak hanya sebatas hubungan vertikal, tapi juga terdapat dimensi horizontal. Akibatnya, hal-hal substansial seperti perlindungan bagi anak terlantar, perempuan yang mengalami eksplorasi dan diskriminasi terbengkalai (hlm. 125).

Dimensi sosial itulah yang Musdah terus gali dan dakwahkan dengan melakukan upaya-upaya transformasi sosial ke arah yang lebih baik dengan ditopang wawasan yang luas. Ia meyakini menegakkan HAM dan membela kaum tertindas adalah tugas mulia, misi utusan Allah sejak awal sejarah manusia.

Namun, sebagian orang masih salah faham sehingga stigma negatif atas pemikiran dan kiprahnya belum usai, bahkan tak jarang masih mendapat intimidasi dan upaya-upaya pembunuhan karakter untuk menghentikan dakwahnya. Pemerintah pun ikut melakukan tekanan dengan janji-janji menggiurkan asal berhenti bersuara.

Muslimah Reformis
Aktivitas keagamaan dalam Islam jika diklasifikasikan ada dua. Pertama, bersifat baku dan statis. pelaksanaannya harus mengikuti aturan main yang telah dirintis. Ritual yang bersifat legal-formal –dikenal denganibadah mahdhah– telah final dan tak mungkin dimodifikasi. Musdah sebagaimana umat Islam umumnya juga meyakini rukun Islam dan rukun iman sesuatu yang sacral, tak bisa diotak atik lagi.

Kedua, ritual keagamaan ada yang bersifat dinamis seiring dengan ruang dan waktu yang mengiringi. Tidak ada mekanisme tertentu dalam pelaksanaannya. Ibadah ghairu mahdhah inilah yang Musdah coba tafsirkan kembali untuk dialogkan dengan perkembangan zaman yang selalu berubah-ubah.

Pada bagian kedua tersebut Siti Musdah Mulai mencoba mengkritisi interpretasi dalil-dalil keagamaan yang dianggap sudah mapan dan mutlak, khususnya terkait isu perempuan yang cenderung menempatkan haum hawa sebagai objek dan keberadaannya selalu di bawah laki-laki.

Sekalipun terjun menjadi aktivis perempuan di negeri yang masih kental dengan budaya patriarki bukan tanpa hujatan dan tantangan, sejengkalpun langkahnya tak pernah mundur. Aktivitasnya diyakini merupakan implementasi atas ajaran tauhid yang menebarkan kedamaian dan cinta kasih kepada sesama.

Maka dari itu, kedamaian dan cinta kasih harus diposisikan di atas segala hal. Terkait penolakan dirinya terhadap poligami misalnya, bukan lantas ia menentang syariah. Silakan bagi yang mampu, namun yang jelas mustahil dua cinta bersemi dalam satu hati. Dan tak ada orang yang secara sadar dikhianati dan disakiti. Pengalamannya mendampingi korban poligami menemukan bahwa poligami tindak kriminal nyata dalam keluarga (hlm. 177).

Perjuangan Musdah tak hanya dilakukan di balik meja dengan hanya memberi mata kuliah kepada mahasiswa dan menulis di media. Ia kerap kali terlibat langsung sehingga merasakan betul kesedihan dan penderitaan kaum minuritas yang tertindas.

Dalam buku 267 halaman itu diceritakan kiprah Prof. Dr. Siti Musdah Mulia dalam membela kaum marginal serta pemikiran yang mendorong aksinya. Penulis mampu merekam hingga saat pribadinya sempat meragukan perjuangannya adalah suatu kebenaran.

Sederet tuduhan miring yang belum luntur agar tidak menjadi fitnah, buku terbitan Nuansa Cendekia tersebut penting untuk dibaca. Dalam buku itu, pembaca akan menemukan alasan-alasan ilmiah-relegius Musdah melakukan aktivitas yang oleh sebagian orang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Wallahu a’lam.

 

Judul: Mujahidah Muslimah
Penulis: Ira D. Aini
Penerbit: Nuansa Cendekia
Terbitan: Oktober 2013
Tebal: 267 halaman
ISBN: 978-602-7768-24-6
Dimuat di: RimaNews.com 

Pendidikan dan Generasi yang Berkarakter

Bagi generasi muda, pendidikan menjadi kata kunci yang utama untuk mewujudkan diri.  Genegasi muda yang diharapkan sebagai penerus bangsa untuk menyongsong masa depan harus benar-benar menjadikan pendidikan sebagai penopang karakter diri.

Selain itu pula, kepribadian warga negara merupakan satu persoalan yang harus diperhatikan oleh dunia pendidikan.

Pendidikan dan generasi muda tidak bisa dipisahkan. Pertama, karena sebagai penopang masa depan sebuah bangsa, generasi muda dihadapkan pada persoalan yang harus melandasi sikap hidupnya dalam masyarakat. Kedua, pendidikan yang mencetak dan menyiapkan generasi muda agar dapat berkarakter.

Oleh karena itu kehadiran bangsa sesunggunya dapat dilihat dari harapan dan tumbuh kembang-nya generasi muda. Apabila generasi muda tak mengindahkan pendidikan, kasus semacam perkosaan, tawuran, dan geng motor akan memperlihatkan sebuah kesuraman bagi sebuah bangsa. Sebab bangsa mau tidak mau harus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul tetapi yang memiliki karakter dan moral bijak bestari.

Dengan demikian ikhwal pendidikan karakter untuk generasi muda di Indonesia, disinggung dalam buku Karakter Manusia Indonesia; 2013.

Ditulis Prof Dr. Musdah Mulia dan Ira D. Arini. Buku ini merupakan bacaan baik yang perlu disosialisasikan oleh para guru dalam menanamkan pola pikir, etika dan etos siswa-siswa sekolah yang sejalan dengan kebutuhan bangsa.

Para guru menjadi arus utama untuk membangun kesadaran. Ini disinggung “Para pendidik selalu menekankan pentingnya pembangunan kesadaran pendidikan karakter. Karakter yang dimaksudkan adalah kesatuan antara pola piker (logos), nurani (etos) dan sikap (patos)” (hal 19).

Tentu dapat ditilik dari soal pendidikan karakter bahwa tidak hanya menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual saja untuk mengusung pendidikan berkaraker, tapi ia harus memiliki visi untuk mengusung nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara.

Dari Pancasila semua landasan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Agar nilai-nila yang terkandung pada sebuah ideologi negara ini dapat bersatu dan membentuk karakter generasi muda untuk menjadi manusia yang berkarakter.

Selain diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila itu harus dikenalkan sejak dini. Tak kenal maka tak saying begitu pepatah lama mengatakan. Buku Musdah Mulia ini menyinggung dalam bukunya tersebut agar kenalilah dulu, setelah kenal maka kamu akan menyayangi dan mewujudkan-nya.

Menariknya, lebihnya dibandingkan dengan buku yang lain tentang pendidikan generasi muda, di dalam buku ini disinggung kebijakan pendidikan bagi perempuan.

Tajudin, Peminat Buku tinggal di Sumedang

 

Judul  : Karakter Manusia Indonesia: Butir-Butir Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda

Penulis  : Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, M.A. & Ira D. Arini

Penerbit : Nuansa Cendekia

Cetakan I, 2013

Tebal 196 hlm

ISBN: 978-602-7768-43-7Karakter-Manusia-Indonesia

Dimuat di: RimaNews.com

 

Jejak Cinta Perempuan Pemikir

Filsafat selama ini telah menjadi momok bagi otak setiap manusia. Tetapi ia bukanlah hantu yang dijauhi, melainkan hantu seksi yang sering coba-coba kita dekati dengan segenap cara. Hal yang menakutkan hanya karena filsafat itu menyulitkan, tetapi jika sudah mampu didekati dan benar-benar dipahami, ia merupakan teman intim hidup yang paling menyenangkan dan tak pernah membosankan.

Itulah mengapa banyak kaum cerdik cendekia selalu mencoba menghadirkan filsafat dengan berbagai cara agar mampu mendekat ke masyarakat. Salah-satunya ialah upaya Remy Sylado melalui novel berjudul Perempuan Bernama Arjuna ini.

Novel ini berkisah tentang perempuan berasal Indonesia, keturunan Jawa-Tionghoa yang sedang belajar menempuh studi di Belanda. Ia menyukai filsafat sebagai bagian dari proses hidupnya. Kegemarannya adalah bertanya melalui diskusi, ruang kuliah dan rajin membaca buku. Perempuan tipikal Arjuna ini menjadi menarik karena ia tergolong lain dari kebanyakan perempuan Indonesia yang maaf, kurang minat terhadap dunia pemikiran secara mendalam.

Remy memulai masuk ke wilayah kritisisme terhadap fenomena kehidupan kaum perempuan dengan menulis “perempuan tidak melulu harus dipandang pada wajah, tapi harusnya dilihat juga pada hati, otak, dan kadar intelektualitasnya. Buat apa cantik kalau otaknya dungu?”

Dengan mengambil ikon perempuan dalam ruang filsafat ini, Remy setidaknya sedang membuka perspektif lain, bahwa perempuan di Indonesia sudah sepantasnya memperkuat pemikiran, dan bukan sekadar mempercantik diri. Karena perempuan adalah manusia, maka penting ia harus memperkuat akalbudi yang menjadi aset paling mahal dari sisi kemanusiaan.

Menyelami dunia filsafat melalui fiksi itu sesuatu kemewahan tersendiri.  Ada ratusan pemikiran filsuf dunia yang digelar dalam novel setebal 273 halaman ini.  Tersebut filsuf-filsuf yang diuraikan antara lain, Plato, Aristoteles, Zeno, Anaxagoras, Parmenides, Diogenes, Pythagoras, Nietzsche, Darwin,Wittgenstein, Spinoza, Nero. Schopenhauer, Kant, Kierkegaard, Hegel, Marx, Feuerbach, Aquinas, Al-Ghazali, Galileo, Kepler, Descrates, Rousseau, Diderot, Bacon, Tillich, Konghucu, Hobbes, Barth, Sartre, Zebedeus, Erigena, Luther, Heidegger, Hussrel, Shakespeare, Seneca, Goeth, Goethe, Xenophanes, Popper, dan lain sebagainya.

Satu persatu pemikiran filsuf direkam dengan memakai cara pandang  Arjuna dan aktor-akor lain yang menjadi bagian utama novel ini. Untuk urusan kocak Remy memang jagonya. Kita bisa terpingkal-pingkal karena humor-humor yang senantiasa muncul di bagian-bagian tertentu. Dan yang tak kalah sensasionalnya adalah soal esek-esek. Seks yang telah menjadi bagian darang-daging manusia tak bisa dipisahkan dari kehidupan, apalagi ketika berbicara evolusi. Cobalah simak kutipan ini:

“….Acapkali saya tergoda untuk berpikir menurut pola vitalisme, yaitu gaya hidup yang dikritik widya teologi sebagai bagian dari pandangan biologi Friedrich Nietzsche, bahwa senyampang muda dan kuat, katakan saja dengan berani: Tuhan sudah mati. Lalu hidup senang tanpa Tuhan. Dan, kesenangan yang paling indah, gerangan ada di dalam vagina. Ah, rasanya saya akan menyebut vagina dengan huruf V. Jika dua jari, telunjuk dan jari tengah diacungkan, maka V di situ berarti juga victory, kemenangan. Maka katakanlah, melalui V, perempuan mengalahkan lakilaki, memenangkan pertempuran sekaligus peperangan….”

Seksualitas dalam pandangan novel ini cukup penting diperhatikan, bukan karena saru atau porno-nya, melainkan karena dimensi pemikirannya yang mendalam dan menyentuh sendi-sendi dari hakikat evolusi manusia.

Pada sisi susastra mungkin novel ini bisa disebut mengambil jalur lain dari kebiasaan para penulis novel, termasuk dari kebiasaan Remy menulis. Perempuan bernama Arjuna lebih mengutamakan isi/substansi daripada setting konflik sehingga bacaan ini lebih bisa dinikmati sebagai bacaan ilmiah ketimbang fantasi.

Tetapi kita percaya, apapun kreativitas harus diterima sebagai kekayaan model. Dan Remy memang lihai mengajarkan kita tentang filsafat melalui novel. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana belajar filsafat seluas ini jika tidak dikemas dalam dialog, alur dan kisah hidup manusia. Dan Arjuna menjadi tempat Remy untuk mensosialisasikan cara pandang anak muda Indonesia, terutama kaum perempuan untuk berpikir kritis, berani dan tidak malu-malu kucing dalam keterbukaan di era modern ini. Selamat menyemali dunia akal-budi.

Syarif Yahya. Pustakawan.

 

Judul: Perempuan Bernama Arjuna (filsafat dalam fiksi)

Penulis: Remy Sylado

Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013

Tebal: 276 Hlm

Harga: Rp 65.000

Sebuah novel di akhir tahun 2013. Berbobot untuk pencerahan manusia Indonesia

Sebuah novel di akhir tahun 2013. Berbobot untuk pencerahan manusia Indonesia

Liputan “Sinologi dalam Fiksi” Remy Sylado di Bandung Ekspres

liputan Remy

Rujukan Sahih untuk Pilpres

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden

Penulis: *
Penerbit: Medium
Ukuran: 11×20 Cm
Kertas: Mechanical paper 50 gram
Tebal: 438 hlm
Cover: Soft cover
ISBN: 978-602-8144-47-6
Tahun: Maret, 2014

Harga: Rp 39.000

 

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden harus dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Buku Undang-undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 ini merupakan undang-undang yang perlu dijadikan rujukan penting saat ini.

Dengan membaca buku ini, Anda akan mendapatkan panduan hukum dan perundang-undangan tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.10307206_801726586505951_4469978071021027123_n

Musisi Muda Menulis Buku

Tidak banyak musisi muda yang menuliskan pengalaman dan pemikirannya dalam bentuk buku. Apalagi bagi musisi muda yang sibuk dengan jadwal manggung, atau bahkan terlena oleh godaan popularitas.

(dok. nuansacendekia.com)

Eya Grimonia barangkali adalah pengecualian. Violis yang baru berusia 18 tahun ini masih dapat meluangkan waktu untuk menulis dan berbagi tentang pengalamannya bermusik. Ia menuangkannya dalam buku Dunia Musik: Sains Musik Untuk Kebaikan Hidup (Nuansa Cendekia, 2014).

Pada Jum’at (28/3/2014) sore, Eya Grimonia hadir di Penerbit Nuansa Cendekia sebagai pembicara dalam sebuah diskusi bertajuk “Bincang Musik”. Dalam kesempatan itu, ia membicarakan tentang pengalamannya bermain biola dan seputar proses kreatifnya menulis buku. Sebelum acara diskusi dimulai, para peserta yang hadir mendapatkan tontonan tentang biografi eya yang diputar dari video Eya Grimonia yang sudah banyak bertebaran di situs video berbagi youtube. Kisah perjalanan panjang Eya dalam dunia musik yang panjang terekam secara luas dan mengundang tepuk tangan peserta.

Biola merupakan alat musik yang dipilih Eya sejak ia memutuskan untuk berlatih musik. Biola juga membuat dirinya tampil penuh percaya diri, “Saya berlatih biola sejak usia empat tahun. Jadi, sekarang setiap kali pegang biola saya percaya diri,” kata mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Parahyangan ini.

Dunia Musik (dok. annafarida.com)

Sementara itu, mengenai buku yang ditulisnya Eya menuturkan bahwa ia tidak pernah membayangkan akan mempunyai buku. Awalnya, ia hanya menulis di blog pribadinya mengenai pengalaman dan visinya dalam bermusik.

Awalnya gak ngebayangin punya buku. Sebelumnya memang saya banyak menulis tentang musik itu di blog (eyaddicters.blogspot.com) pribadi aja. Dan, saya nulisnya dalam bahasa Inggris,” tutur pengagum Pramoedya Ananta Toer ini.

Bagi Eya, menulis menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam proses yang ia jalani. Di luar kesibukannya tampil di berbagai acara, ia juga aktif mengajar di sekolah musik Swara Harmoni Bandung.

Saya bermain musik dengan selalu belajar. Jadi bukan hanya bermain saja. Saya suka baca neuro-sains, fiksi, dan bacaan-bacaan seputar musik. Sebab saya ingin setiap mengajarkan musik harus ada alasan yang masuk akal. Kenapa ini boleh kenapa ini tidak, itu harus bisa dijelaskan,” tambah Eya.

Selain bicara musik, ia juga menampilkan kemampuannya bermain biola di hadapan para peserta diskusi. Acara diskusi itu dihadiri oleh Remy Sylado, karyawan Penerbit Nuansa Cendekia, dan para peserta dari beberapa komunitas.

Menyimak kemampuan bermain musik Eya Grimonia yang memiliki dasar musik klasik, Remy Sylado berkomentar, “Saya sudah lihat Eya sejak ia masih kecil. Eya merupakan salah satu pemain biola yang memainkan musik klasik dengan benar.”

(Pungkit Wijaya/Kontributor AlineaTV)

http://www.alineatv.com/2014/04/musisi-muda-menulis-buku/

Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Luar Biasa

Penulis: Mif Baihaqi (Penyadur), Cecil R. Reynolds, Lester Mann (Eds.)
Penerbit: Nuansa Cendekia
Ukuran: 15,5 x 23,5 Cm
Kertas: Premium Bookpaper 52 Gram
Tebal: 456 hlm
Cover: Soft cover
ISBN: 978-602-8395-75-5
Tahun: 2014

Harga: Rp 87.000

 

Ensiklopedi-Tokoh-Pendidikan-Luar-Biasa-711x1024

Buku ini merupakan fokus yang berpihak pada kepentingan umum, meskipun masyarakat yang peduli ilmu ini masih terbatas. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat, baik bagi masyarakat luas maupun untuk perkembangan pendidikan khsus (pendidikan luar biasa). Orang-orang (baik secar individu maupun lembaga) yang telah melayani dan mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan luar biasa selama bertahun-tahun, patut merenung.

mengapa? Ketika kepedulian masyarakat dan komitmennya terhadap kebutuhan anak luar biasa terasa minimal atau bahkan kurang, maka hari ini mereka tidak dapat berbuat selain merasa senang dan kagum terhadap usaha luas yang telah dicapainya.[]

 

Perempuan bernama Arjuna di inilahkoran jabar

Ulasan buku “Perempuan bernama Arjuna” (Filsafat dalam Fiksi) Karya Remy Sylado

Novel cerdas tentang dunia filsafat

Novel cerdas tentang dunia filsafat

Resensi Novel di Tribun Jabar 29 Desember 2013

Ulasan Novel Remy Sylado di koran Tribun Jabar, Minggu, 29 Desember 2013

Ulasan Novel Remy Sylado di koran Tribun Jabar, Minggu, 29 Desember 2013

Judul: Perempuan Bernama Arjuna (filsafat dalam fiksi)
Penulis: Remy Sylado
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal: 276 Hlm
Rp 65.000

Mengubah hal yang sulit menjadi mudah, itu merupakan langkah bijaksana. Dan apa yang dilakukan oleh Remy Sylado dengan novel ini, sewajarnya perlu diberi acungan jempol karena tindakannya.
Judul “Perempuan bernama Arjuna” barangkali tak menunjukkan sesuatu yang mendalam. Namun, sebagaimana slogan yang tertera dalam sampul depan buku ini (filsafat dalam fiksi), Remy hendak berkata bahwa novel ini bukan bacaan ringan, tetapi melalui kisah fiksi, membuat kesulitan dalam memahami filsafat akan teratasi. Continue reading →

Filsafat dalam Fiksi

novel filsafatJudul: Perempuan Bernama Arjuna
Penulis: Remy Sylado
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal: 276 halaman
Harga: Rp 65.000

Sebelum buku ini terbit, saya sudah membacanya secara tuntas. Tugas saya mengamati isinya untuk keperluan rekomendasi-rekomendasi isi dan koreksi isi. Soal isi, saya tidak mempersoalkan karena memang ini karya fiksi dan sepenuhnya hak independen sang penulis.
Lagi pula tak ada yang penting dipersoalkan di dalamnya. Karena itu ketika saya memberikan koreksi, itu hanya sebatas soal koreksi ketikan yang salah. Dan alih-alih mengkritik isinya, saya justru belajar sepenuhnya dari buku ini untuk beberapa hal: 1) isi filsafat yang menjadi topik utama 2) alur cerita, 3) riset pustaka yang dilakukan penulis, dan 4) metode menyimpulkan tema yang luas secara ringkas tanpa terjebak ke arah generalisasi.  Continue reading →

Buku Pintar Aliran-aliran dan Faham Pemikiran di Dunia

kamus isme Judul Buku: Kamus Isme-Isme/Pengarang : Yapi Tambayong. Cetakan : Pertama , Juli 2013. Penerbit: Nuansa Cendekia – Bandung. Tebal Halaman: 366 Halaman. Harga: Rp 68.000. Pesan langsung hubungi nuansa.market@gmail.com

 Membaca kata pengantar kamus ini, yang diberi judul “apologia” terlihat kalimat-kalimat yang enak dibaca, agak kocak (kalau tidak boleh dikatakan menghibur) dan penuh daya tarik, tetapi tidak mengurangi daya kritis sebagai seorang pengarang.

Pengarang ini berapologi begini:”Moga-moga benar, bahwa kamus seperti ini belum pernah ada dalam peta kepustakaan kita. Karenanya, dengan rasa besar hati, tetapi juga dengan sikap rendah hati, saya persembahkan kamus ini kepada Anda; Puan-puan dan Tuan-tuan. Kiranya berkenan”. Continue reading →

Strategi Hidup Penulis Buku

Genius Menulis MiringMenjadi penulis produktif?

Tak cukup hanya dengan kemampuan teknis merakit kata.Proses olah-kata melibatkan kerja batiniah. Agar gugus kata mampu menembus kabut kebuntuan, lentera batin harus dinyalakan. Bisa menyetir mobil itu cukup beberapa kali latihan. Tetapi untuk menjadi sopir serba canggih dibutuhkan kebiasaan yang baik, ketenangan sikap dan mampu membaca arah secara tepat. Menulis itu seperti kerja wirausahawan; memproduksi karya berangkat dari kesadaran kreatif pribadi untuk melayani kebutuhan konsumen.

 Menyingkap yang tersembunyi

– Menjadi penulis sukses bisa diwujudkan tanpa sekolah. – Mematahkan mitos bakat dengan kerja keras. – Menghilangkan perasaan rendah diri.- Tetap produktif di tengah-tengah kesibukan.- Mengatasi tekanan pikiran dan batin saat menulis.- Menyingkap evolusi bahasa sebagai pijakan berkarya.- Meraih nilai lebih, membuka peluang pasar.- Mengenal dunia penerbitan dan pasar buku.- Strategi untuk meraih kesejahteraan penulis. Continue reading →

Fikih Interaktif

FIKIH INTERAKTIF jadiJudul : Fikih Interaktif: Menjawab Berbagai Persoalan Sosial Umat Islam
Penulis : K.H. Muhammad Yusuf Chudlori
Desain Cover : Mudris Amin
Tebal : 200 Halaman
Harga : Rp 37.000

Buku sangat pas untuk para penganut ajaran ahlusunnah wal-jamaah yang nota-bene dipeluk mayoritas umat Islam Indonesia. Pada sisi lain, kita akan mendapatkan nilai manfaat yang sifatnya terapan sekaligus memberikan nilai kebaikan karena muatan di dalamnya merupakan pengetahuan hukum Islam yang menekankan dimensi kemanusiaan. Continue reading →

Saatnya Melatih Anakku Berpikir

Saatnya Melatih Anakku Berpikir jadiJudul : Saatnya Melatih Anakku Berpikir: Berpikir secara tepat untuk meraih kedewasaan
Editor : Irwan Kurniawan, M.Ag.
Penulis : Toge Aprilianto
Desain Cover : Hardianto R. dan Alie Fachri
Tebal : 188 Halaman
Harga : Rp 34.000,-

Parenting adalah proses pengasuhan dan pendidikan anak sejak kelahirannya hingga mencapai kedewasaan personal. Dengan demikian, parenting dimulai sejak anak dilahirkan dan selesai saat ia dapat memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi yang dewasa.
Kedewasaan mental berbeda dengan kedewasaan fisik Continue reading →

Menjadi Guru Profesional

Menjadi Guru Professional jadiJudul : Menjadi Guru Profesional (Disertai Bimbingan Menjadi Pelatih Andal)
Penulis : Muhammad Asri Amin
Editor : Tristanti Tri Wahyuni
Tebal : 216 Halaman
Harga : Rp 39.000

Kita semua sependapat bahwa ruang belajar dan proses pembelajaran merupakan kata kunci meraih kesuksesan transformasi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, ruang tersebut harus dipersiapkan secara baik dan dimanfaatkan dalam waktu yang efektif untuk meraih hasil pembelajaran secara maksimal.
Melalui buku ini, sejenak kita akan berhenti berbicara soal wacana atau retorika konsep pembelajaran. Sang penulis secara sungguh-sungguh dan mendalam mengkhususkan diri membicarakan wilayah praktis pembelajaran dengan tujuan memaksimalkan penggunaan alat-alat bantu modern.

Tentang Sedih di Victoria Park

VICTORIA PARKJudul : Tentang Sedih di Victoria Park : Kisah Buruh Migran Indonesia di Hongkong
Penulis : Fransisca Ria Susanti
Editor : Mathori A. Elwa
Tebal : 228 Halaman
Harga : Rp 39.000,-

Ada sesuatu yang membuat mereka selalu gagal membenci tanah tanah kelahiran meski akses pendidikan minim dan lapangan kerja sempit.
Tujuh belas Agustus 2008. Lapangan Victoria Park. Para PRT Indonesia mengenakan pakaian tradisional dan menggelar upacara bendera. Tak ada yang menyuruh. Itu inisiatif mereka sendiri karena tempat upacara bendera di Wisma KJRI hanya bisa menampung beberapa PRT Indonesia.

Ritual Cinta

IMG_0003 Judul: Ritual Cinta
Penulis: Abdul Qadir Jilani
Penerbit: Marja
Tebal: 268 Halaman
Harga: Rp 46.000,-

Hai, hamba-hamba Allah. Hendaknya kalian jujur, dan dengan demikian akan memperoleh keberhasilan. Manusia yang punya kejujuran tidak pernah kembali mengerjakan kebiasaan lama yang tercela. Manusia yang punya kejujuran dalam keimanannya kepada ke-Esa-an Allah SWT tidak pernah kembali melakukan kebiasaan lama yang tercela yang disarankan oleh diri-rendah, nafsu dan kejahatannya. Continue reading →

Agama dan Konflik Sosial

Agama dan konflik sosial copyJudul: Agama dan Konflik Sosial
Penulis: Prof. Dr. Afif Muhammad, M.A.
Penerbit: Marja
Tebal: 160 Halaman
Harga: Rp 36.000,-

Kemajukan agama, etnik, bahasa adat istiadat merupakan kekayaan bangsa. Masyarakat Indonesia memiliki peluang untuk hidup harmoni dan berdaya dalam Bhineka Tunggal Ika. Tetapi mengapa harmoni kehidupan beragama kita rentan konflik? Apa penyebabnya dan bagaimana seharusnya konflik itu berganti perdamaian? Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim.
Sekalipun begitu, semenjak diproklamasikan, ia tetapkan sebagai negara yang tidak didasarkan pada Syariat Islam. Karena tidak didasarkan pada  ajaran agama tertentu, maka pemerintah mengakui adanya enam agama besar sebagai agama resmi yang sah dipeluk oleh warga negaranya. Continue reading →

Terampil Mengarang

terampil mengarang 2Judul: Terampil Mengarang
Penulis: Heri Jauhari.
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 264 Halaman
Harga: Rp 52.000,-

Membuat sebuah tulisan biasanya diawali dengan munculnya ide. Ide adalah sesuatu yang melintas pada pikiran kita, baik berupa kata maupun kalimat, setelah kita melakukan aktivitas seperti membaca, menyimak, melihat, mengalami, dan merenungkan sesuatu.
Ide yang akan ditulis harus aktual, relevan, dan terjangkau. Kemudian muncul gagasan, yakni sesuatu yang akan kita perbuat berupa pernyataan, sikap, dan tindakan atas dasar ide itu. Untuk mengembangkan ide tersebut Continue reading →

Para Pendekar Padang Pasir

Pendekar Padang Pasir miringJudul: Para Pendekar Padang Pasir
Penulis: Adhi Endang Jaya & Nanang Priyani.
Penerbit: Marja
Tebal: 92 Halaman
Harga: Rp 22.000,-

Sungguh tak terbayangkan sebelumnya. Orang-orang pada zaman jahiliyah kebanyakan tidak berakhlak mulia dan berwatak keras. Tapi di  lingkungan jahiliyah itu ternyata muncul tokoh-tokoh yang bijaksana, jujur, dan mulia. Mereka memiliki hati yang lembut dan saling mengasihi dengan sesama. Itu karena kehebatan Nabi Muhammad SAW. Nabi membimbing mereka dengan
sabar agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. Continue reading →

Hukum & Pemikiran Modern

Hukum & Pemikiran Modern copy

Judul: Hukum dan Pemikiran Modern
Penulis: Jerome Frank
Harga: Rp 86.000
Penerbit:Nuansa Cendekia
Mengapa praktik hukum modern tidak selalu mampu menyelesaikan masalah?
“Law and Modern Mind,” merupakan buku terkenal berisi studi kritis filsafat hukum. Membongkar mitos dan kekeliruan pola pikir hukum moden, serta memberikan jalan keluar. Banyak praktisi, termasuk intelektual bidang hukum memahami “ketidakpastian
dalam realitas hukum berakar dari ketidakpastian aturan.” Akibatnya timbul kesimpulan, “ketidakpastian hukum selalu identik dengan ketidakpastian aturan.” Melalui cara pandang baru, Jerome Frank, seorang pemikir hukum modern yang dikenal brilian itu membuka kesalahan berpikir seperti itu. Intisari dari buku ini adalah membuka Continue reading →

ibunda Judul: Ibunda: Guru dan Sahabat Menuju Dewasa
Penulis: Maya Mar’atus Shalihah
Penerbit: Marja, Maret 2013
Harga: Rp 32.000

Munculnya generasi berkualitas, tak lepas dari peran seorang ibu. Di balik kesuksesan para tokoh pemimpin dan orang-orang terkenal, terurai kehebatan sosok ibu. Sejarah telah membuktikan bagaimana sosok ibu telah memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan generasi-generasi awal.
Pada masa Nabi Muhammad sejarah menunjukkan, di balik ketangguhan para shahabiyah (sahabat wanita) dalam menempatkan dan memosisikan diri sebagai ibu, senantiasa teriring rasa keikhlasan dalam mengemban tugas mulia tersebut.

Wajar jika dari asuhan dan didikan mereka Continue reading →

Dongeng-dongeng Unik Dunia Kimia

Kambing Cerdas OKJudul: Kambing yang Cerdas: Dongeng-Dongeng Unik-Menarik Dunia kimia
Penulis: Drs. Hiskia Achmad
Penerbit: Nuansa Cendekia, Pebruari 2012
Tebal: 158 Halaman
Harga: Rp 35.000,-

Kimia merupakan salahsatu bidang studi yang sulit. Karena itu upaya terpenting dalam mengatasi kesulitan dengan mempermudah metode atau caranya. Jika upaya ini berjalan baik, pemahaman kita tentang kimia, terutama dalam konteks sainstifik akan semakin mudah. Inilah yang dibuktikan oleh Pakar Kimia kenamaan dari Institut Continue reading →

Website Development Using CMS

Website Development 1234Judul: Website Development Using CMS (Joomla!-Wordpress)
Penulis: Ratno Putro Sulistiyono S.T.,
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 186 Halaman
Harga: Rp 41.000,-

Ada banyak cara dalam membuat website. Sebelum kami meluncurkan buku Website Development Fundamental, kami perkenalkan terlebih dahulu satu produk unggul dalam internet dari Comblabs USDI-Institute Teknologi Bandung (ITB) berjudul Website Development Using CMS (Jomla! and WordPress).
Buku ini sangat memperkaya Continue reading →

Asiknya Menjadi Penyiar

jadi penyiar itu asik 2012Judul: Jadi Penyiar itu Asyik Lho!
Penulis: Asep Syamsul M. Romli
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 136 Halaman
Harga: Rp 23.000,-

Asep syamsul M. Romli—akrab dipanggil Kang Romel—adalah praktisi sekaligus akademisi jurnalistik dan penyiaran (broadcaster), alumnus FISIP Unpad Jurusan Ilmu Hubungan Internasional.

Pernah menjadi wartawan Mingguan Hikmah (Grup Pikiran Rakyat) Bandung (1993-2000), bergabung dengan Majalah Sabili Jakarta (2000), Continue reading →

Makanan Sehat untuk Atlet

makanan sehatJudul: Makanan Sehat Untuk Atlet
Penulis: dr. Creig Hoyt, et al.
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 256 Halaman
Harga: Rp 38.000,-

Makanan Sehat untuk Atlet adalah buku yang sangat luar biasa tentang makanan, dan wajib dibaca oleh atlet yang ingin meraih prestasi terbaik mereka melalui makanan dan pola makan, baik dengan menurunkan dan ataupun dengan menaikkan berat badan sesuai Continue reading →

Studi dan Penerapan Public Reations

public relation2Judul: Studi dan Penerapan Public Relations
Penulis: Kustadi Suhandang
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2012
Harga: Rp 49.000,-

Bidang studi ini dikenal sangat penting karena mati-hidupnya sebuah perusahaan bergantung pada sukses dan gagalnya pengelolaan relasi dengan publik. Substansi dari makna relasi merupakan kata kerja yang harus diketahui secara tepat dan mendalam, bahkan harus dijiwai oleh pelakunya.
Menimbang hal tersebut, mahasiswa yang terhubung dengan urusan ini senantiasa perlu menguasai literatur dasarnya. Dan yang lebih penting lagi ialah Continue reading →

Jamur Budidaya dan Bisnis

jamur2Judul: Jamur Budidaya & Bisnis
Penulis: Roy Genders
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 144 Halaman
Harga: Rp 37.000,-

Buku ini memberikan cara dan ilmu yang baik tentang bagaimana kita seharusnya budidaya jamur secara baik. Bersama buku ini, kita belajar budidaya jamur ala pertanian Inggris, negeri yang telah lama sukses mengembangkan jamur.
Penulis buku ini adalah salah satu petani yang sukses di Inggris di masa lalu. Di dalam buku ini, suatu rahasia petani komersial dungkapkan kepada para petani Continue reading →

Hukum Tata Ruang

Judul: Hukum Tata Ruang
Penulis: Ir. H Juniarso Ridwan, M.Si., M.H. dan Achmad sodik, S.H., M.H
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 268 Halaman
Harga: Rp 45.000,-

Bumi luasnya tidak bertambah; daratan dapat bertambah di satu tempat tetapi berkurang di tempat lain. Bumi sebagai tempat hidup dapat dilihat secara vertical dan horizontal. Vertikal dapat dilihat tegak lurus dari inti bumi sampai ke angkasa yang tidak terbatas; horizontal dapat dilihat sebagai satu kesatuan hamparan yang meliputi daratan dan lautan. Continue reading →

Budidaya Kesemek

KESEMEK - OKJudul: Kesemek: Teknik Budidaya dan Pengolahan pascapanen
Penulis: Neni Suhaeni
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2013
Tebal: 80 Halaman
Harga: Rp 34.000,-

Kesemek merupakan nama untuk buah dari tanaman yang masuk kategori golongan perkebunan. Tanaman ini memang tidak sepopular tanaman lain, tetapi bukan berarti asing di masyarakat. Harus diakui, petani di Indonesia memang masih langka bercocok tanaman kesemek.

Kurangnya minat petani bertahan menanam buah ini karena satu sebab masalah harga. Continue reading →

Sukses Menjadi Penyanyi Idola

Judul: The Best Singer: strategi sukses menjadi penyanyi idola
Penulis: Adjie Esa Poetra
Editor: Hermawan Aksan
Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung, 2013
Tebal; 144 halaman
Harga: Rp 34.000,-

Bagaimana sukses menjadi penyanyi?

Pertanyaan ini selalu muncul di kalangan remaja putra-putri Indonesia. Kegiatan olah vokal yang banyak digandrungi remaja, terutama semenjak banyak kontes, benar-benar penting untuk dijawab.

Penulisnya, Adjie Esa Poetra, Continue reading →

The Adventure Of Captain Nemo

the adventure of captain nemo Judul: The Adventure Of Captain Nemo
Penulis: Jules Verne
Penerbit: Medium
Tebal: 192 Halaman
Harga: Rp 35.000,-

Jules Verne lahir tahun 1828 di kota pelabuhan Nantes, Prancis. Sebagai seorang anak laki-laki, Jules duduk di dok kapal untuk mendengar para pelaut mendongeng tentang tempat-tempat yang jauh dan membayangkan dirinya sendiri menjelajah ke dunia yang tidak dikenal. Namun, ketika dirinya berupaya berpetualang di laut, bapaknya membawa Jules yang berusia 12 tahun dalam sebuah Continue reading →

Wikileaks Mengguncang Dunia

398057_322706214507555_1444482519_nJudul: Wikileaks Mengguncang Dunia
Penulis: Happy Nur Widiamoko
Penerbit: Medium
Tebal: 251 Halaman
Harga: Rp 36.000,-

Buku ini juga lahir karna suatu alasan. Yang utama adalah mencoba mengawasi  kehidupan yang sedang berubah. Situasi dunia yang terus bergerak seiring perubahan waktu. Apa yang akan kita persembahkan untuk mengetahui persembahan itu adalah dengan melihat bagaimana goncangan-goncangan, baik yang besar atau yang kecil. Kontelasi dunia sedang mengarah pada suatu yang sulit diramalkan, Continue reading →

Mengatasi Stres Ayam

Stres AyamJudul: Mengatasi Stress Ayam
Penulis: Drh Yonathan Rahardjo
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 108 Halaman
Harga: Rp 34.000,-

Stres merupakan salah satu masalah dalam peternakan hewan kecil. Hewan kecil (dengan rentang usia yang pendek) yang mengalami stress bisa mengakibatkan kematian missal. Oleh karena itu harus ada upaya konkret menaggulanginya.  Pemilik peternakan skala kecil hingga besar menyadari masalah ini. Hanya saja kesadaran tersebut terkadang masih sepilah-pilah. Dengan kata lain, belum tentu semua Continue reading →

Bioetanol

iklan buku bioetanolJudul: Bioetanol
Penulis: Dr. Ir. Nur Richana, M.S
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 72 Halaman
Harga: Rp 26.000,-

Premium sebagai bahan bakar yang banyak digunakan, kini semakin menipis cadangannya, dan dalam waktu yang tidak lama lagi akan habis. Disamping itu sejak tahun 1980-an Indonesia mendambakan penggunaan bahan bakar yang memiliki karakteristik bersih (rendah emisi), dapat diperbaharui (renewable), dan tidak tergantung pada energi fosil yang cadangannya kian Continue reading →

Sekadar Mendahului (bunga rampai kata pengantar)

sekadar mendahuluiJudul: Sekadar Mendahului (bunga rampai kata pengantar)
Penulis: K.H. Abdurrahman Wahid
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 334 Halaman
Harga: Rp 46.000,-

Buku “Sekadar mendahului” ini adalah buku yang unik, bukan karena judulnya yang menggelitik, tetapi juga isinya yang menarik karena mampu mengoreksi serpihan-serpihan gagasan Gus Dur yang berserakan di berbagai buku. Meskipun belum bisa membentuk satu bangunan yang utuh dan padu, namun dari sini pembaca bisa melihat dan menikmati butiran-butiran mutiara penuh makna dari pemikiran Gus Dur. Continue reading →

Pembuatan Gula Singkong Sederhana

Gula Singkong (depan)Judul: Gula Singkong
Penulis: Dr. Ir. Nur Richana, M.S.
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 64 Halaman
Harga: Rp 26.000,-

Ubikayu atau singkong merupakan tanaman pertanian yang banyak ditanam di Indonesia. Ubikayu dapat diproses menjadi sirup glukosa (atau yang disebut gula singkong) dan fruktosa. Gula singkong ini merupakan bahan pemanis berbentuk cairan, tidak berbau dan tidak berwarna. Selama ini, gula singkong biasa diproduksi oleh industri-industri besar yang telah menggunakan teknologi dan peralatan canggih. Continue reading →

Menanti Pendekar Bulu Tangkis

mahir bulu tangkis1Judul: Mahir Bulu Tangkis
Penulis: Hermawan Aksan
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 148 Halaman
Harga: Rp 37.000,-

Pada paruh kedua tahun 1970-an, Indonesia memiliki tujuh pemain bulu tangkis yang ketangguhannya tidak diragukan lagi. Ketujuh pemain itu terdiri atas tiga pemain tunggal dan dua pasang ganda putra. Mereka adalah Rudy Hartono, Liem Swie King, Iie Sumirat, Christian Hadinata, Ade Chandra, Tjun Tjun, dan Johan Wahyudi.
Kalau kita meminjam judul sebuah film, mereka sangat pantas menyandang Continue reading →

Mahir Sepakbola

mahir sepakbola1Judul: Mahir Sepakbola
Penulis: Andi Cipta Nugraha
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 132 Halaman
Harga: Rp 35.000,-

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling populer di dunia. Bentuk permainannya sangat kolektif dengan bola dengan kaki. Tujuan utamanya mencetak gol atau skor sebanyak-banyaknya yang tentunya harus dilakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk bisa  mencetak gol kalian harus tangkas, sigap, cepat dan baik dalam mengontrol bola.
Semua yang ingin kalian Continue reading →

“Menolak Lupa” pada Perjuangan Reformasi

Judul: Misteri Lukisan Nabila
Penulis: Sihar Ramses Simatupang
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 188 Halaman
Harga: Rp 36.000,-

Hingga kini keberadaan para aktivis Reformasi akhir ’90-an tak diketahui. Sebuah novel berjudul Misteri Lukisan Nabila bercerita tentang situasi kepedihan atas kehilangan orang yang dicintai melalui persektif berbeda.

“Tahukah kau, Continue reading →

Air Sehat untuk Ternak Ayam

Air sehat untuk ternak AyamJudul: Air Sehat untuk Ternak Ayam
Penulis: drh. Yonathan rahardjo
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 96 Halaman
Harga: Rp 31.000,-

Selain makanan, Air minum serta air untuk keperluan lain merupakan kebutuhan dasar setiap mahluk hidup. Minuman yang sehat akan sangat menetukan kelangsungan hidup yang baik. Dan air dalam sebuah peternakan ayam telah menjadi topik terpenting para peternak, terutama peternak skala menengah dan besar Continue reading →

Birahi Maya

Judul: Birahi maya
Penulis: Ellys Lestari Pembayun
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 332 Halaman
Harga: Rp 55.000,-

Buku ini lahir dengan latar belakang sebuah pertanyaan mendasar: Apa yang terpikir dalam imajinasi kita ketika melihat suatu gambar atau visual yang memperlihatkan sensualitas atau erotisme? barangkali terlintas dalam benak kita adalah tontonan imej menjijikan, vulgar, seronok dan segudang sebutan bahkan cacian lainnya. Tapi kenapa hal itu sedemikian digandrungi, di-download kemudian dipelototi? sementara diseberang sana orang menganggap visual semacam Continue reading →

Kekerasan Terhadap Anak

Judul: Kekerasan Terhadap Anak
Penulis: Abu Huraerah, M. Si
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 208 Halaman
Harga: Rp 41.000,-

Kekerasan terhadap anak
Setiap kali memperingati Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli, barangkali bayangan kita selalu tertuju kepada keceriaan anak Indonesia yang tengah bebas bermain di alam terbuka, seperti bermain sepak bola atau mereka yang naik kelas/ lulus ujian mendapat hadiah liburan ke obyek wisata yang indah nan menawan. Setidaknya, makan Continue reading →

Rahasia Energi Zikir

Judul: Rahasia Energi Zikir
Penulis: K.H Abi Muhammad Zamri
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 160 Halaman
Harga: Rp 32.000,-

Kehadiran manusia dimuka bumi memiliki tujuan dan misi tersendiri. Tujuan eksistensinya adalah mengagungkan Allah Swt, pencipta langit, bumi dan segala mahluk yang ada didalamnya.  Sedangkan misi otentiknya adalah memakmurkan bumi dan membangun peradaban. Dihadapan Allah, manusia adalah hamba-Nya, sementara dihadapan mahluk yang ada dimuka bumi, Manusia adalah Khalifah-Nya. Continue reading →

Jurnalistik Online

Judul: Jurnalistik Online
Penulis: Asep Syamsul M. Romli
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 128 Halaman
Harga: Rp 27.000,-

Sebuah masyarakat modern sangat identik dengan kegiatan jurnalisme. Terlebih pada zaman modern fase teknolog-informasi, atau yang lazim kita sebut sebagai cyber, jurnalisme memainkan peranan yang penting.

Disinilah kemudian istilah Jurnalisme Cyber, atau dalam istilah buku ini, “Jurnalistik Online” harus diketahui secara baik, menyeluruh dan Continue reading →

Mengajar dengan Empati

Judul: Mengajar Dengan Empati
Penulis: Evelyn Williams English
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 226 Halaman
Harga: Rp 44.000,-

Anda mencari cara baru untuk mengembangkan proses belajar mengajar dikelas? Buku ini menyediakan berbagai strategi yang mendukung kemampuan siswa di semua tingkatan pada semua bidang;  membaca, berpikir, menulis, berbicara dan mendengarkan. Continue reading →

Tangguh dengan Statistik

Judul: Tangguh Dengan Statistik
Penulis: Jousairi Hasbullah
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 238 Halaman
Harga: Rp 49.000,-

Apa yang Anda bayangkan tentang buku statistik?

Biasanya pikiran kita langsung bereaksi pelik, sebuah buku yang padat dengan konsep, data dan angka-angka yang beku, tak menarik perhatian dan membosankan dibaca. Tetapi untuk buku yang satu ini, lain adanya. Jousairi Hasbullah, bukanlah seorang ilmuwan yang kaku dalam urusan ini.
Pergulatannya dalam Continue reading →

Drama Sejarah 1832

Judul: Drama Sejarah 1832
Penulis: Remy Sylado
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 92 Halaman
Harga: Rp 22.500,-

Nama Diponegoro sudah tidak asing lagi di negeri ini. Beragam buku sejarah, telah hadir memenuhi rak perpustakaan pribadi maupun institusi pendidikan. Ia adalah legenda nusantara yang karena itu patut mendapat tempat khusus. Dari sinilah kemudian Remy Sylado, seorang sutradara terkemuka Indonesia ingin menghadirkan kekhususan Diponegoro dalam bentuk drama.

Sebagaimana ciri khas Remy yang menulis dengan tujuan khusus, kali ini menghadirkan teks Continue reading →

Metode mengajar Multiple Intelligences

Judul: Metode mengajar Multiple Intelligences
Penulis: Julia Jasmine, M.A.
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 276 Halaman
Harga: Rp 43.000,-

Teori tentang Kecerdasan Majemuk (KM) adalah salah satu perkembangan paling dan paling menjanjikan dalam pendidikan dewasa ini. Teori KM didasarkan atas karya Howard Gardner, pakar psikologi perkembangan, yang berupaya menciptakan teori baru tentang pengetahuan sebagai bagian dari karyanya di Universitas Harvard. Continue reading →

Moralitas Islam Dalam Ekonomi Dan Bisnis

Judul: Moralitas Islam Dalam Ekonomi dan Bisnis
Penulis: Dr. Yan Orgianus
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 236 Halaman
Harga: Rp 43.000,-

Buku yang ditulis oleh Dr. Yan Orgianus ini diharapkan dapat memberi inspirasi kepada mereka dalam berwawasan, menulis dan mengemukakan pendapat barunya dalam dunia bisnis, keekonomian dan keindustrian.

Ilmu bermula dari klasifikasi. Ilmuan sejati adalah orang yang senantiasa berfikir klasifikatoris. Dr. Yan Orgianus telah melakukan klasifikasi percikan Continue reading →

Wacana Kritik Seni Rupa Di Indonesia

Judul: Wacana Kritik Seni Rupa Di Indonesia

Penulis: Mamannoor

Penerbit: Nuansa Cendekia

Tahun: 2002

Tebal: 212 Halaman

Harga: Rp 35.500,-

(Harga khusus layanan paket: Rp 36.000 untuk pulau Jawa, dan 40.000 untuk luar Jawa/Ind. Bebas ongkos kirim. Pesan hubungi email nuansa.market@gmail.com)

 Seni memang perkara selera. Tetapi yang selera bukan berarti tidak bisa dilihat secara Continue reading →

Merajut Hati Meraih kebahagiaan Hakiki

Judul: Manisnya Kopi Asin
Penulis: Irwan Kurniawan
Penerbit: Marja
Tebal: 378 Halaman
Harga: Rp 59.000,-

Kebahagiaan adalah sebuah kata yang terdengar indah, yang mewakili suatu suasana hati dan keadaan jiwa yang nyaman dan tenteram, yang detailnya memang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tak heran jika semua orang laki-laki dan perempuan, anak muda dan orang tua, orang miskin dan orang kaya, selalu mendambakannya. Namun setiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang wujud lahiriah dari kebahagiaan itu, dan persepsi inilah yang menentukan langkah apa yang ditempuh untuk meraihnya. Umumnya orang memandang bahwa kebahagiaan adalah hidup dengan kekayaan yang melimpah, sehingga semua keinginan bisa terpenuhi. Akibatnya tak jarang orang yang berusaha mendapatkan Continue reading →

Paket Masterpiece [Lebih Murah Sampai Rumah]

Paket Panduan Menulis [Lebih Murah Sampai Rumah]

Layanan paket ini berlaku selama persediaan masih ada

Paket Sastra Klasik (Lebih Murah Sampai Rumah)

Paket Buku Kelinci (Lebih Murah Sampai Rumah)

Resensi Genius Menulis di Indonesia Buku

Ajaran Hidup Penulis

10 Sep 2012 | Sumber: http://indonesiabuku.com

Buku panduan, tips, kiat, atau katakanlah teori menulis sudah banyak beredar. Sekalipun begitu, tetap saja setiap tahun muncul buku sejenis yang baru. Ada banyak alasan—baik dari penulis maupun penerbit- mempublikasikan jenis-jenis buku tersebut.

Di antaranya ialah karena buku panduan menulis yang lama sudah usang, kurang lengkap,butuh materi baru, atau alasan lain ialah kebutuhan penerbit memiliki karya bidang tersebut. Continue reading →

Kreatif Menulis Cerita Anak

Judul: Kreatif Menulis Cerita Anak
Penulis: Titik WS
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 129 Halaman
Harga: Rp 27.000,-

Buku berisi kumpulan artikel pendek, semacam esei, ini merupakan hasil dari kegiatan bengkel cerita anak (Beriak) yang diselenggarakan Pusat Perbukuan (Perbuk) Pusat Jakarta pada awal 1999 yang lalu. Banyak penulis/pengarang dan praktisi kepenulisan anak-anak, bahkan psikolog, yang ikut terlibat dalam penulisan artikel-artikel ini. Titik WS, Titis Basino PI, atau Korrie Layin Rampan, Continue reading →

Muslimah Sejati

muslimah sejatiJudul: Muslimah Sejati (Menempuh Jalan Islami Meraih Rihda Ilahi)
Penulis: Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, Ma
Penerbit: Marja
Tebal: 348 Halaman
Harga: Rp 48.000,-

Buku ini merupakan karya seorang cendekiawan terkemuka di Indonesia. Penerbit Marja (salah satu devisi Penerbit Nuansa Cendekia Grup) memfasilitasi penerbitan buku ini sebagai bentuk penghormatan kepada karya ilmiah dalam bidang agama. Kepentingan lain didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang membutuhkan kucuran segar ilmu Continue reading →

Baiti Jannati

baiti jannatiJudul: Baiti Jannati (Sudahkah Keluarga Anda Sakinah)
Penulis: K.H. M. Yusuf Chudlori
Penerbit: Marja
Tebal: 230 Halaman
Harga: Rp 39.000,-

Ada kenyataan, bahwa kehidupan dalam masyarakat modern semakin rentan, terutama dalam urusan rumah tangga. Terdapat banyak pemicu yang mengakibatkan perselisihan, ketidaktenangan, ketidakbahagiaan hingga sampai perceraian. Saluran informasi, komunikasi dan beragam tayangan kehidupan yang semakin bebas membiat norma, nilai dan pola kehidupan cepat berubah. Dalam situasi Continue reading →

71 Doa Harian

71 doa harianJudul: 71 Doa Harian (Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap)
Penulis: K.H. M. Yusuf Chudlori
Penerbit: Marja
Tebal: 322 Halaman
Harga: Rp 39.000,-

Ungkapan ilmuan dan dokter bedah asal prancis tersebut sangat baik direnungkan umat Islam untuk meraih kesejatian dalam berdoa. Kesalahan banyak dorang selama ini karena menganggap doa sebagai tempat pelarian. Manakala hati dan pikiran kita sedang gundah-gulana, tak jelas arah hendak kita tuju sehingga memunculkan kecemasan dan ketakutan. Dari situlah kebanyakan orang lantas Continue reading →

Pengantar 123 Ayat Tentang Seni

123 ayat seni (Yapi Tambayong)Judul: 123 Ayat Tentang Seni
Penulis: Yapi Tambayong
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 281 Halaman
Harga: Rp 70.000,-

Oleh Yapi Tambayong

Diantar dengan  banyak takzim, yang berarti kemampuan tulus untuk merendah di depan Tuan-Tuan dan Puan-Puan, tetapi disertai dengan sedikit jemawa – maaf, punten, nuwun sewu – karena alasan pengetahuan membanding-bandingkan dengan buku yang ada dalam keputusan kita, maka dengan ini hendak saya katakan bahwa Continue reading →

Sekolah yang Menyenangkan

Judul: Sekolah yang Menyenangkan
Penulis: Anna Farida, Suhud Rois, Edi S. Ahmad
Penerbit: Nuansa Cendekia, Juli 2012
Tebal: 300 Halaman
Harga: Rp 55.000,-
Teori pendidikan mungkin tumpah ruah di berbagai buku, tapi “Sekolah yang Menyenangkan” memaparkan sajian lain dengan mengedepankan nilai empirisme pembelajaran. Inilah rekam jejak penyelenggaraan pembelajaran day to day, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Anna Farida, sangat memperhatikan dunia pendidikan. Edi Sudrajat Ahmad konseptor sekolah interaktif. Suhud Rois, praktisi pendidikan yang secara mendalam telah menguasai landasan sekolah interaktif. Ketiganya menyatukan Continue reading →

Pacaran Cinta dan Sex

Judul buku : Pacaran, Cinta, Seks
Penulis: Islah Gusmian
Editor : Mathori A Elwa
Tebal: 136 hlm
Edisi Revisi
Penerbit : Nuansa Cendekia
Harga : Rp 22.000.

Sebuah buku panduan sekaligus bekal pengetahuan dasar terbaik untuk hidup sehat para remaja Indonesia di era modern. Membaca buku ini kita akan diajak untuk bahagia tanpa harus melalui cara yang melanggar norma, etika dan sikap yang tidak bijak. Menjadi remaja Indonesia yang baik dan rasional adalah cinta-cita kita bersama.
Membaca buku ini, seorang remaja akan Continue reading →

Pengarang Tidak Mati

Judul Buku: Pengarang Tidak Mati: Kiprah dan Peranan Pengarang Indonesia
Penulis: Maman S Mahayana
Editor: Mathori A Elwa
Penerbit: Nuansa Cendekia
Harga: Rp 58.000,-

Tradisi kepengarangan Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri. Di sana bersemayam problem lokalitas dan keberagaman kultur etnik. Maka, kesusastraan Indonesia dapat digunakan sebagai pintu masuk memahami keberbagaian kebudayaan Indonesia.

Dari sini Maman Mahayana menjabarkan rumus bahwa, Continue reading →

Rahasia dan Hikmah Shalat

rahasia dan hikmah shalatJudul buku : Rahasia & Hikmah Shalat (5 waktu yang bermakna)
Penulis : Irwan Kurniawan, M.Ag.
Halaman : 225
Harga : Rp 37.000,-

Tidak setiap aktivitas hidup mendatangkan makna, tak terkecuali ibadah shalat.
Itulah mengapa Nabi Muhammad Saw mewanti – wanti agar kita serius dalam mendirikan sholat. Untuk meneladani shalat sesuai Nabi, tak cukup hanya mengikuti gerakan dan tatacaranya, melainkan harus mengikuti permaknaan dari shalat dalam kehidupan bermasyarakat. Continue reading →

Memahami dan Mendirikan Shalat secara Benar

Judul buku : Pengajaran Shalat (Memandu Shalat Wajib dan Sunnah Secara Benar)
Penulis : Syarif Yahya & Irwan Kurniawan
Halaman : 188
Harga : Rp 36.000,-

Setiap kali saya ditanya masalah-masalah kehidupan masyarakat, saya bilang, shalatlah yang benar. Problem apa pun bisa diselesaikan melalui shalat, dengan catatan shalat khusyuk dan sungguh-sungguh berserah sebagaimana Nabi Muhammad Saw melakukannya—baik dalam hal syariat maupun hakikat. Continue reading →

Tobat Nasuha

Judul buku : Tobat Nasuha (Tuntunan Praktis mendekatkan diri kepada Ilahi)
Penulis : Muhammad Syafii Atsmari
Penerbit : Marja
Halaman : 164
Harga : Rp 33.000,-

Setiap orang memiliki kelemahan, bahkan kesalahan. Dalam ajaran Islam, ada hubungan antarsesama (habblum-minannas) dan hubungan kepada Allah Swt (hablum-min-Allah). Setiap waktu kita berhubungan dengan keduanya.

Tak pelak setiap waktu pula amal perbuatan kita senantiasa dekat dengan kesalahan yang dicatat sebagai dosa. Continue reading →

Birokrasi dalam Perspektif Politik

Judul buku : Birokrasi (Dalam Perspektif Politik dan Administrasi)
Penulis : Budi Setiono, S.Sos, M.Pol.Admin.
Penerbit : Nuansa Cendekia
Halaman : 237
Harga : Rp 51.000,-

Menjawab problematika birokrasi Indonesia saat ini

Birokrasi adalah “jantung” negara. Apabila birokrasi sehat maka akan sehat pula suatu negara. Sebaliknya, rusaknya birokrasi akan menyebabkan kehancuran negara. Tentu saja kehancuran negara akan mengakibatkan kehancuran masyarakat. Inilah konsepsi “bureaucracy as the machinery of the state”. Continue reading →

Spiritualitas dari Tangisan Manusia

Air Mata Jiwa

judul buku : Air Mata Jiwa
Penulis : Hasa Bin Muhammad Bamu’aibad
Penerbit : Marja
Halaman : 176
Harga : Rp 29.000,-

Orang – orang suci gerak hidupnya bertumpu pada kepekaan batin. Semakin suci jiwanya, semakin banyak menemukan makna hingga mereka menemukan derajat kemanusiaan yang tinggi. Uniknya, air mata merupakan potensi yang mengiringi kesuksesan meraih spiritualitas.

Berdasarkan Alasan medis psikis, air mata merupakan gejala alamiah yang mengalir dari sebuah anggota tubuh manusia Continue reading →

Bergaul dengan pandangan Islam

Judul buku : Akhlak Muslim Modern
Penulis : M. Imam Pamungkas
Penerbit : Marja
Halaman : 140
Harga : Rp 28.000,-

Bagaimana seharusnya menjadi muslim di indonesia? Buku ini memberi jawaban atas tantangan kehidupan modernisasi. Intisari dari keteladanan akhlak Nabi diuraikan secara konstektual. Relevan dijadikan pedoman hidup generasi muda.
Sebuah buku yang ditulis secara khusus untuk menyarikan karakter etika/akhlak hidup Nabi Muhammad Saw. Intisari dari budi – pekerti nabi yang mulia tersebut kemudian Continue reading →

Blokir Pornografi Sendiri

Blokir pornografi

judul buku : Blokir Pronografi
Penulis : Adi Maulana (Ahli Teknologi Informasi)
Penerbit : Nuansa Cendekia
Halaman : 156
Harga : Rp 31.000,-

Pada bulan Agustus 2010,  Pemerintah, melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, bermaksud menggulirkan niat baiknya untuk memblokir situs porno. Ia bekerja sama dengan 200 perusahaan penyedia internet di Indonesia untuk melawan pornografi. Hal ini bisa dimaklumi mengingat sekian banyaknya manfaat dari internet juga bisa memiliki sisi madaratnya. Setiap Negara, setiap golongan, hingga keluarga memikirkan bagaimana upaya menghindari, atau paling tidak meminimalisasi penyebaran pornografi. Continue reading →

Novel Unik “The Two Rings”

Novel UnikJudul buku : The Two Ring
Penulis : Vinna Kurniawati
Penerbit : Medium (Nuansa) Bandung
Harga : Rp 39.000,-

TIDAK mudah bagi Caraveena untuk tinggal di negeri Merlin dan hidup dengan normal seperti kakak laki-laki atau adik perempuannya. Kenapa bisa begitu?
Pertama, karena kedua orang tuanya adalah orang yang cukup berpengaruh di Pemerintahan. Segala tindak tanduk mereka dan anak-anak mereka selalu menjadi pusat perhatian dan bahan perbincangan paling seru. Rasanya seperti anak dari seorang selebritis terkenal.
Kedua, karena sebagai salah satu penduduk di negeri Continue reading →

Menulis Puisi dengan Cara Berbeda

menulis puisiApresiasi dan Proses Kreatif Menulis Puisi
Penulis: Soni Farid Maulana
Pengantar: Maman S Mahayana
Penerbit: Nuansa Cendekia, Juni 2012
Tebal: 198 Hlm/Harga: Rp 38.000,-

Dalam buku ini terdapat 14 esai yang isinya fokus pada apresiasi karya puisi para penyair ternama. Di antara karya penyair tersebut adalah. Amir Hamzah, Chairil Anwar, Ws Rendra, Remy Sylado, Wing Kardjo, Saini KM, Arifin C Noor, Acep Zamzam Noor, Oka Rusmini, Sinta Ridwan, Dorothea Rosa Herliany dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang penyair dan wartawan, Soni Farid Maulana memiliki pandangan yang luas disertai kemampuan menulis esai yang berpijak kaidah jurnalistik. Setiap esai mengupas Continue reading →

Kimia Deskriptif Melalui Demo Kimia

Demonstrasi sains kimiaDemonstrasi Sains Kimia Deskriptif Melalui Demo Kimia Jilid I /Hiskia Achmad dan Lubna Baraja (Fakultas Kimia ITB)/Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung, Pebruari 2012/Tebal : 200 Hlm/Harga: Rp 49.000,- (Jilid I) dan Rp 55.000,- (Jilid II) Continue reading →

Spiritualitas Guru

Judul Buku: Mindset Pembelajaran (10 langkah mendidik siswa secara kreatif dan humanis)
Penulis : Yusron AminullohPengantar : Dr Marwah Daud Ibrahim, Dr Supari Muslim, Prof Mujiarto
Penerbit : Nuansa Cendekia Bandung, 2011
Tebal: 220 hlm
Harga: Rp 42.000,-

Guru memegang fungsi penting bagi kemajuan siswa. Sekalipun fasilitas pendidikan sudah bagus, gaji membaik disertai taraf hidup siswa yang meningkat, tetapi jika kualitas guru diabaikan niscaya kemajuan pendidikan hanya angan-angan. Kualitas guru juga tidak semata cukup mengandalkan jenjang sekolah. Sebab, gelar sarjana tidak cukup untuk merespon dinamika kemajuan yang begitu cepat.

Langkah apa yang harus dilakukan? Continue reading →

Buku yang Mengasah Bulu Kuduk Sensitif

Judul: Puisi dan Bulu Kuduk
Penulis: Acep Zamzam Noor
Penerbit: Nuansa Cendekia
Cetakan I, Juni 2011
Tebal: 290 Halaman
Harga Rp 48.000,-

PUISI yang bagaimana yang bisa disebut puisi yang baik? Bagi para akademisi, yang khatam dengan teori sastra, jawabannya bisa panjang dan mungkin rumit. Tapi bagi penyair Acep Zamzam Noor, yang mengaku tidak memiliki latarbelakang pendidikan sastra, puisi yang baik adalah puisi yang menggetarkan pembacanya, tak peduli apakah itu puisi Continue reading →

Warna-warni Hermawan Aksan

Oleh Dewi Lestari, Novelis

Judul Buku: Proses Kreatif Menulis Cerpen
Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Faiz Manshur & Mathori A Elwa
Pengantar: Dewi “Dee” Lestari
Penerbit: Nuansa Cendekia, November 2011.
Harga: Rp 37.500,-

Banyak orang beranggapan bahwa saya adalah penulis yang tidak suka diedit. Sebetulnya itu opini yang keliru. Saya amat, sangat, suka diedit. Semakin teliti dan semakin banyak kelemahan yang ditunjukkan, saya semakin puas. Karena itu berarti saya berkesempatan belajar lebih banyak, dan itu juga berarti editor saya menjalankan tugasnya dengan baik. Continue reading →

Menguak Tabir Dunia Penulisan

Judul: Genius Menulis: Penerang Batin Para Penulis
Penulis: Faiz Manshur
Pengantar: Remy Sylado
Editor: Miftahudin
Isi: 286 hlm.
Penerbit: Nuansa, 2012
Harga: Rp 56.000,-

Dunia penulisan seperti dunia lainnya tentunya menarik dan memiliki keunikan tersendiri. Penulis-penulis muda bermunculan, beberapa di antaranya berhasil merebut hati pembaca atau memiliki segmen pasar tersendiri sesuai tema-tema tertentu. Tak hanya jumlah penulis muda yang bertambah, sejumlah tokoh-tokoh penting dari dunia hiburan, bisnis, dan politik banyak ikut pula menulis buku Continue reading →

Daniel Tak Mampir ke Tibet

Judul: Perjalanan ke Atap Dunia
Penulis: Daniel Mahendra
Editor: Mathori A Elwa
Pengantar: Gola Gong
Isi: 356 hlm.
Penerbit: Medium, 2012
Harga: Rp 58.000,-

Menyimak sebuah catatan perjalanan atau travel writing sesungguhnya menyenangkan. Betapa tidak, alam pikiran kita akan dibawa penulisnya ke tempat-tempat eksotik yang dikunjunginya. Dan itulah yang menjadi tema sentral buku-buku travel writing, pengalaman menarik yang dikunjungi penulis. Sayangnya, kebanyakan industri Continue reading →

Tentang Kami

Ulasan buku karya Penulis Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Nuansa Cendekia Grup. naskah ini sebagai referensi bahan pengantar bacaan para penulis yang bukunya diterbitkan oleh Nuansa Cendekia, Medium dan Marja. Anda bisa menyumbang naskah apresiasi buku karya penulis Indonesia yang diterbitkan Nuansa Cendekia dengan mengirim naskah melalui  e-mail nuansa.cendekia@gmail.com