Spiritualitas Guru

Judul Buku: Mindset Pembelajaran (10 langkah mendidik siswa secara kreatif dan humanis)
Penulis : Yusron AminullohPengantar : Dr Marwah Daud Ibrahim, Dr Supari Muslim, Prof Mujiarto
Penerbit : Nuansa Cendekia Bandung, 2011
Tebal: 220 hlm
Harga: Rp 42.000,-

Guru memegang fungsi penting bagi kemajuan siswa. Sekalipun fasilitas pendidikan sudah bagus, gaji membaik disertai taraf hidup siswa yang meningkat, tetapi jika kualitas guru diabaikan niscaya kemajuan pendidikan hanya angan-angan. Kualitas guru juga tidak semata cukup mengandalkan jenjang sekolah. Sebab, gelar sarjana tidak cukup untuk merespon dinamika kemajuan yang begitu cepat.

Langkah apa yang harus dilakukan?

Yusron Aminulloh, yang kini dikenal sebagai motivator para guru tersebut, melalui buku ini menawarkan gagasan baru berupa mindset pembelajaran. Berpijak dari paradigma “Menebar Energi Positif”, buku ini memberikan pedoman kerja guru.

Tujuannya adalah untuk mencapai kualitas intelektual dan spiritual. “Menebar Energi Positif” memetakan fungsi, tugas dan peranan guru di bangku sekolah maupun di tengah masyarakat. Sikap dan pola pikir guru tradisional, birokratis dan otoriter, diarahkan menjadi guru yang humanis, demokratis dan bervisi modern.

Lebih dari itu,sang penulis juga melihat peranan guru bukanlah sekedar menjalan profesi kerjaan lazimnya karyawan kantoran, melainkan peranan penegak spiritualitas bagi para muridnya. Ia hadir karena amanah dari dua dimensi. Dimensi vertikal, langsung pada posisi “amanah” dari Tuhan, dan dimensi horisontal sebagai tugas sosial dari masyarakat.

Itulah mengapa dalam buku ini banyak istilah spiritualitas seperti  kasih sayang, cinta, ketuhanan, momentum, aliran kehidupan, dan seterusnya. Istilah-istilah positif (dari energi positif) tersebut oleh Yusron dijadikan senjata untuk melawan energy negatif berupa situasi kehidupan guru yang selama ini hidup tanpa motivasi, tanpa orientasi, tidak melihat peluang, stagnasi, dan lain sebagainya.

Energi positif mempunyai kekuatan berkali lipat dibandingkan dengan energi negatif. Seperti kerja gravitasi semesta, apa jadinya bila ukuran matahari sebagai pusat tatasurya, jauh lebih kecil dari bumi yang mengitarinya? Energi positif akan menghapus “jejak” energi negatif yang pernah Anda keluarkan, mengubahnya menjadi energi positif pula.(hlm 61)

Tujuan dari strategi penebaran energi positif ini supaya siswa mampu mendapatkan kenyamanan belajar secara humanis, meraih etos didik yang tangguh dan etika kehidupan yang beradab.

Secara praktis buku ini berisi strategi komunikasi bijaksana saat guru berada di hadapan siswa. Kalimat indah dan positif harus dilakukan agar anak tidak terpengaruhi energi negatif seperti dari bentakan, kutukan dan sejenis ungkapan kasar. Apa yang ditawarkan Yusron memang bukan hal yang baru. Pesan-pesan kebijaksanaan dari agama dan ajaran leluhur setiap hari kita dengar. Tetapi selama ini pesan bijak tersebut hanya berupa larangan. Sementara Yusron mampu menjelaskan dampak luar biasa bagi kelangsungan kehidupan pendidikan.

“Menebar Energi Positif”, bukan semata pesan moral, melainkan juga pesan intelektual untuk pencerahan. Yusron misalnya, secara menawan mampu menjelaskan masalah-masalah besar seperti hukum kekekalan energi secara ringkas dan detail dan mudah dipahami. Contoh-contohnya pun sangat sederhana dengan mengambil sample kisah sehari-hari dari kehidupan para guru berhubungan dengan murid, pekerjaan, pergaulan, agama dan lain sebagainya.

Buku ini bisa dikatakan luar biasa karena ulasannya sangat ilmiah dan realistis untuk pembangunan kepribadian guru di Indonesia. Keseriusan memahami hakekat kehidupan guru menjadikan Yusron mampu melihat sisi terdalam dari kehidupan guru dan arah kehidupan peserta didik.

Sebagai buku panduan etika buku ini barangkali terlalu tipis. Tetapi cukup menarik karena isinya berbobot dan sangat diperlukan para guru. Menjadi suatu kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia yang memang membutuhkan panduan pembelajaran. (has)

(Sumber: http://teraspolitik.com/berita/1919/spiritualitas-guru- )

One response

  1. Hello, you used to write magnificent, but the last several posts have been kinda boring¡K I miss your super writings. Past several posts are just a little bit out of track! come on!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: