Wacana Kritik Seni Rupa Di Indonesia

Judul: Wacana Kritik Seni Rupa Di Indonesia

Penulis: Mamannoor

Penerbit: Nuansa Cendekia

Tahun: 2002

Tebal: 212 Halaman

Harga: Rp 35.500,-

(Harga khusus layanan paket: Rp 36.000 untuk pulau Jawa, dan 40.000 untuk luar Jawa/Ind. Bebas ongkos kirim. Pesan hubungi email nuansa.market@gmail.com)

 Seni memang perkara selera. Tetapi yang selera bukan berarti tidak bisa dilihat secara ilmiah. Bahkan dengan kekayaan ilmiah, sebuah seni bisa dinikmati secara khusus, serta merta pula kita bisa menilai secara kritis dan dinamis.

Senirupa selalu menarik perhatian pada konteks antara yang ilmiah dengan non ilmiah. Antara rasa dengan logika. Dan dengan mencoba menerobos sisi pakem analitik, Mamannoor melangkah secara leluasa untuk melihat senirupa dengan paradigma yang ditelaahnya. Kalau selama ini banyak analis memandang senirupa dari beberapa isme, ambil contoh; fenomenologi, post-struk-turalisme, atau pun hermeneutik, Mamannoor sepertinya tetap melihat pentingnya dasar yang bersifat“Positivistik” (tetapi tentu bukan dalam artian rigoris).

Dr. Bambang Sugiharto menilai dalam kata pengantarnya, “ketika tren baru cenderung nyaris melenyapkan “subjek” si seniman, ia seperti bersekukuh mengingatkan bahwa subjek seniman itu tetap perlu dilihat sebagai sentral. Dari sudut itu, buku ini dapat dilihat sebagai pengingat yang akan memaksa kita mengingat kembali bahwa betapapun juga karya seni mestilah tetap dikaitkan juga pada senimannya dan pada totalitas konteks yang melingkupinya.”

Lanjut Bambang, “dengan pendekatan “kosmologis” yang ditawarkan ia dengan sendirinya memberi tekanan berat pada konstruksi “dunia” di balik si seniman dan di balik karya. “Dunia” sebagai totalitas makna, yang melatarbelakangi dan melingkupi proses berkarya si senimannya. Dan ini memang membuka peluang untuk diperhatikannya konteks lokasi Indonesia, Lebenswelt Indonesia, manakala yang kita teliti adalah seniman Indonesia.”

Wacana senirupa terus berlangsung, bahkan dengan segenap kasus-kasus di luar objektivitas seni seperti penipuan atas sejumlah lukisan ternama yang terjadi pada tahun 2012 ini. Ketika buku ini diterbitkan pada 2002, memang secara aktualitas kurang merespon isu. Tetapi pada konteks keilmiahan, buku ini tak akan lapuk dalam masa beberapa tahun mendatang, bahkan lebih lama lagi.

Dengan semangat keilmiah yang teliti disertai carapandang yang luas, buku ini penting dijadikan dasar-dasar analisis senirupa, terutama untuk mahasiswa jurusan senirupa, wartawan peliput senirupa, dan kita semua yang mencintai rupa-rupa lukisan. Selamat membaca.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: