Rahasia Energi Zikir

Judul: Rahasia Energi Zikir
Penulis: K.H Abi Muhammad Zamri
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tebal: 160 Halaman
Harga: Rp 32.000,-

Kehadiran manusia dimuka bumi memiliki tujuan dan misi tersendiri. Tujuan eksistensinya adalah mengagungkan Allah Swt, pencipta langit, bumi dan segala mahluk yang ada didalamnya.  Sedangkan misi otentiknya adalah memakmurkan bumi dan membangun peradaban. Dihadapan Allah, manusia adalah hamba-Nya, sementara dihadapan mahluk yang ada dimuka bumi, Manusia adalah Khalifah-Nya. “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah dibumi? Apakah disamping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya. (QS an-Naml: 62).

Demikian Jani Allah, dia senantiasa menghilangkan kesulitan yang dihadapi hamba-Nya. Namun terkadang manusia lupa akan segala hikmat yang diberikan Allah kepadanya itu. Karena itulah Allah memerintahkan manusia agar senantiasa berdzikir kepada-Nya. Maksud pertama dari perintah Allah kepada manusia untuk berdzikir kepada-Nya ialah agar  Allah menguasai (men-take over) segala urusan mereka. Dengan begitu orang yang beriman akan terhindar dari berbagai kesulitan serta mampu keluar dari krisis dan konflik kehidupan yang dihadapinya.

Riwayat panjang kehidupan manusia dimuka bumi ini senantiasa diwarnai dengan berbagai konflik yang berkepanjangan. Krisis demi krisis terus menghantui kehidupannya. Umat islam di Indonesia sebagai anggota masyarakat dunia juga menghadapi tantangan yang sama. Selama berabad-abad, bangsa yang besar ini bagai buih yang dihempaskan gelombang kesegala arah, tanpa peran yang berarti.

Berbagai krisis yang dihadapi manusia berpangkal dari lemahnya sumberdaya manusia (SDM) yang ada. Umat Islam Indonesia, sebagai warga mayoritas di Indonesia, asset terbersarnya adalah sumber daya insane (SDI). Ironisnya, sampai kini, SDI justru sekaligus merupakan kekurangan yang terbesar pula. Tidak sedikit kita melihat sarjana yang menganggur, karena memang SDI kita belum dikembangkan sebagaimana mestinya. Sekalipun, belakangan ini orang makin gencar membicarakan soal pengembangan SDI, namun belum terlihat upaya serius untuk mengembangkan asset SDI itu dengan arah dan tujuan yang jelas. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: