Buku Pintar Aliran-aliran dan Faham Pemikiran di Dunia

kamus isme Judul Buku: Kamus Isme-Isme/Pengarang : Yapi Tambayong. Cetakan : Pertama , Juli 2013. Penerbit: Nuansa Cendekia – Bandung. Tebal Halaman: 366 Halaman. Harga: Rp 68.000. Pesan langsung hubungi nuansa.market@gmail.com

 Membaca kata pengantar kamus ini, yang diberi judul “apologia” terlihat kalimat-kalimat yang enak dibaca, agak kocak (kalau tidak boleh dikatakan menghibur) dan penuh daya tarik, tetapi tidak mengurangi daya kritis sebagai seorang pengarang.

Pengarang ini berapologi begini:”Moga-moga benar, bahwa kamus seperti ini belum pernah ada dalam peta kepustakaan kita. Karenanya, dengan rasa besar hati, tetapi juga dengan sikap rendah hati, saya persembahkan kamus ini kepada Anda; Puan-puan dan Tuan-tuan. Kiranya berkenan”.

Dengan gaya penulisan yang segar dan juga kocak pengarang meneruskan kata pengantarnya :” Bagi saya, sebagai pesuka bahasa – selama ini saya memperkenalkan diri sebagai munsyi- bahwa menulis kamus seperti ini karuan merupakan tantangan memikat untuk belajar lebih luas menyangkut  kebahasaan atas segala aspek pengetahuan, ilmu, atau widya, yang pernah ada dan bersinambung dalam sejarah peradaban”.

Kebesaran pengarang yang menamakan dirinya sebagai Remy Sylado (nama aslinya Yapi Tambayong) ini terlihat dari banyaknya karangan-karangannya yang berbagai ragam penulisannya. Ada buku ilmiah, ada buku sandiwara atau teater, ada novel, ada musik, dan banyak pula fiksi cerpen serta puisi-puisi yang pernah mengukir sejarah literature nasional. Buku yang fenomenal adalah “123 Ayat tentang Seni”. Dan sekarang muncul “Kamus Isme-isme” ini sebagai kado intelektual besar Indonesia.

Berbicara mengenai Kamus Isme-isme ini, penulisnya mengatakan bahwa untuk menulis kamus ini, dia harus berdiskusi dengan banyak kalangan, terutama kalangan agama. Dan anehnya,  Apa yang dikatakannya tersebut wajar karena Yapi Tambayong ini memang mampu menempatkan dirinya di tengah komunitas agama apapun di negeri ini.

Dia bisa berperan seperti santri di pesantren, bisa berperan sebagai biksu, pendeta atau ulama – sehingga dengan kemampuan bahasa yang luas, termasuk bahasa Arab, Perancis, Jerman, Italia, Belanda dan bahasa Cina ia dapat bebas bergaul dengan siapapun, tanpa sekat agama, faham, aliran dan sekte.

Kamus ini menuliskan apa yang tak terdapat dalam kamus resmi seperti  Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), bahkan ensiklopedia Indonesia pun belum menggarap lema-lema seperti dalam Kamus Isme-isme ini. Sebut saja misalnya, entri Abeeeisme, Absenteisme, Bandungcentrisme, Asbunisme, KKN isme dan masih banyak lagi istilah-istilah yang tidak kita temukan di kamus atau ensiklopedia manapun.

Membaca kamus ini, selain mendapat ilmu, juga akan terasa mendapatkan hiburan karena isinya yang ilmiah sekaligus kocak. Cobalah baca  halaman 9 tentang Abeeisme yang disingkat menjadi ABS-isme. Menurut penulisnya, “Abeeisme, atau lebih kena dieja dengan huruf-huruf capital ABS-isme, sebutan kritis yang mengarah pada gambaran sikap dan perilaku korup pejabat-pejabat Indonesia di zaman rezim Orde Baru, 1966 – 1998, dalam rangka cari aman atau cari selamat atas kedudukannya. Tampaknya di sana macetnya alur birokrasi antara bawahan dan atasan. Bawahan cenderung melakukan  tugasnya sebagai cara cari muka terhadap atasannya. Sementara atasan cenderung menempatkan dirinya sebagai layaknya raja yang tidak boleh disanggah karena atas maunya kata-katanya dianggapnya sebagai sabda. Modelnya dilaraskan pada simpai ‘sabda pandita ratu’.gambaran sikap ini melebur di semua lingkaran antara eksekutif dan legislatif”.

Walaupun sikap Abeeisme mungkin menjadi budaya birokrasi wilayah tertentu, tetapi pada zaman Orde Baru budaya Abeeisme itu telah menjalar dan merambah seluruh budaya birokrasi dari Sabang sampai Merauke.

isme dunia

Hal ini menunjukkan bahwa pengarang buku ini menguasai dan faham secara dalam berbagai ragam budaya yang hidup di Indonesia. Rasanya tidak cukup menggambarkan luasnya pengetahuan pengarang yang agaknya sudah memasuki tahap / tingkatan ‘Munsyi’ atau ‘Empu’ ini dalam satu atau dua halaman buku.

Tafsir  atas buku ini

Membaca buku ini, kita akan memperoleh pengetahuan yang luas dan bisa menjadi pintu untuk masuk lebih jauh lagi  mengenai sebuah dunia yang digambarkan dengan akhiran isme. Misalnya Abeeisme, untuk masuk lebih jauh ke dalam birokrasi Indonesia yang sangat bobrok dan culas alias tidak jujur. Juga sebagai pintu atau jendela masuk ke dalam sebuah dunia yang sangat banyak baik faham-faham agama, faham pemikiran atau faham birokrasi dan kejahatan/kriminalitas yang mewabah di dunia modern saat ini.

Anda yang berprofesi sebagai penulis, pengarang atau presenter di televisi, ketika ingin mengutarakan sebuah istilah, tetapi dalam otak Anda masih abu-abu, alias belum jelas apa maksud yang lebih dalam dan jelas serta luas dalam istilah tersebut, Anda perlu memiliki buku ini. Seperti istilah Mendelisme, kapitalisme, Mbelingisme, Bilingualisme, Binitarianisme, Bondonisme, Safisme sampai Sabelianisme – tentu Anda akan sulit mencarinya di kamus-kamus lain.

Nah, di kamus inilah Anda akan menemukannya dengan mudah. Barulah kemudian Anda maju sebagai presenter setelah membaca istilah yang dimaksud dalam buku ini. Dengan kata lain, buku ini sangat membantu orang-orang yang terlibat dalam dunia jurnalisme, dunia penulisan atau kepengarangan, dunia presenter, dunia ilmiah, dunia wartawan, dunia birokrasi yang lebih tinggi jajarannya dalam pemerintahan seperti kementerian, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial atau orang-orang yang berperan sebagai juru bicara baik di lembaga hukum, istana kepresidenan atau parlemen. Kepada Anda yang suka membaca, suka meluaskan wawasan dan pengetahuan, selamat memiliki buku yang sangat berarti dan langka ditemui di Indonesia. []

  [Peresensi : Juftazani – Juftazani adalah Penulis, editor dan penyair]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: