Musisi Muda Menulis Buku

Tidak banyak musisi muda yang menuliskan pengalaman dan pemikirannya dalam bentuk buku. Apalagi bagi musisi muda yang sibuk dengan jadwal manggung, atau bahkan terlena oleh godaan popularitas.

(dok. nuansacendekia.com)

Eya Grimonia barangkali adalah pengecualian. Violis yang baru berusia 18 tahun ini masih dapat meluangkan waktu untuk menulis dan berbagi tentang pengalamannya bermusik. Ia menuangkannya dalam buku Dunia Musik: Sains Musik Untuk Kebaikan Hidup (Nuansa Cendekia, 2014).

Pada Jum’at (28/3/2014) sore, Eya Grimonia hadir di Penerbit Nuansa Cendekia sebagai pembicara dalam sebuah diskusi bertajuk “Bincang Musik”. Dalam kesempatan itu, ia membicarakan tentang pengalamannya bermain biola dan seputar proses kreatifnya menulis buku. Sebelum acara diskusi dimulai, para peserta yang hadir mendapatkan tontonan tentang biografi eya yang diputar dari video Eya Grimonia yang sudah banyak bertebaran di situs video berbagi youtube. Kisah perjalanan panjang Eya dalam dunia musik yang panjang terekam secara luas dan mengundang tepuk tangan peserta.

Biola merupakan alat musik yang dipilih Eya sejak ia memutuskan untuk berlatih musik. Biola juga membuat dirinya tampil penuh percaya diri, “Saya berlatih biola sejak usia empat tahun. Jadi, sekarang setiap kali pegang biola saya percaya diri,” kata mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Parahyangan ini.

Dunia Musik (dok. annafarida.com)

Sementara itu, mengenai buku yang ditulisnya Eya menuturkan bahwa ia tidak pernah membayangkan akan mempunyai buku. Awalnya, ia hanya menulis di blog pribadinya mengenai pengalaman dan visinya dalam bermusik.

Awalnya gak ngebayangin punya buku. Sebelumnya memang saya banyak menulis tentang musik itu di blog (eyaddicters.blogspot.com) pribadi aja. Dan, saya nulisnya dalam bahasa Inggris,” tutur pengagum Pramoedya Ananta Toer ini.

Bagi Eya, menulis menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam proses yang ia jalani. Di luar kesibukannya tampil di berbagai acara, ia juga aktif mengajar di sekolah musik Swara Harmoni Bandung.

Saya bermain musik dengan selalu belajar. Jadi bukan hanya bermain saja. Saya suka baca neuro-sains, fiksi, dan bacaan-bacaan seputar musik. Sebab saya ingin setiap mengajarkan musik harus ada alasan yang masuk akal. Kenapa ini boleh kenapa ini tidak, itu harus bisa dijelaskan,” tambah Eya.

Selain bicara musik, ia juga menampilkan kemampuannya bermain biola di hadapan para peserta diskusi. Acara diskusi itu dihadiri oleh Remy Sylado, karyawan Penerbit Nuansa Cendekia, dan para peserta dari beberapa komunitas.

Menyimak kemampuan bermain musik Eya Grimonia yang memiliki dasar musik klasik, Remy Sylado berkomentar, “Saya sudah lihat Eya sejak ia masih kecil. Eya merupakan salah satu pemain biola yang memainkan musik klasik dengan benar.”

(Pungkit Wijaya/Kontributor AlineaTV)

http://www.alineatv.com/2014/04/musisi-muda-menulis-buku/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: