Spiritualitas dari Tangisan Manusia

Air Mata Jiwa

judul buku : Air Mata Jiwa
Penulis : Hasa Bin Muhammad Bamu’aibad
Penerbit : Marja
Halaman : 176
Harga : Rp 29.000,-

Orang – orang suci gerak hidupnya bertumpu pada kepekaan batin. Semakin suci jiwanya, semakin banyak menemukan makna hingga mereka menemukan derajat kemanusiaan yang tinggi. Uniknya, air mata merupakan potensi yang mengiringi kesuksesan meraih spiritualitas.

Berdasarkan Alasan medis psikis, air mata merupakan gejala alamiah yang mengalir dari sebuah anggota tubuh manusia (mata). Orang – orang yang mengis tidak bisa disebut sebagai manusia cengeng. Bahkan tangisan itulah potensi kebaikan, ketulusan, sikap manusia teruji. Semua sudah terbukti dari kisah – kisah tangisan para sufi, nabi, tokoh – tokoh humanis dunia dan para seniman yang notabene memiliki tinggi memahami realitas hidup.

Kini tak ada lagi alasan bagi kita untuk menganggap bahwa tangis itu cerminan dari kecengengan, atau tangis atau tangis itu identik dengan kaum perempuan. Cengengkah mereka? sungguh pasti tidak. Mereka sebagai contoh yang kami sebutkan itu  justru, disengaja laki – laki untuk meruntuhkan mitos bahwa air mata hanya untuk kaum Hawa. Buku yang ada ditangan pembaca berupaya untuk menyikap selaksa makna dan menguak semesta rahasia yang ada dibalik tangis. Kajian yang disuguhkan lugas, ilmiah, dan cerdas.

Tangis dan air mata bukan sesuatu yang sederhana. Kita datang ke Alam dunia ini denga jeritan tangis; mudah – mudahan saat kita meninggal akan diiringi dengan tangis tapi kita sendiri tersenyum manis. Tangis pada akhirnya sebagai bahasa yang multimakna yang berhak dimiliki oleh semua manusia: bayi, dewasa, orangtua, laki – laki ataupun perempuan. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: